************************************************

Skripsi Administrasi Bisnis
Skripsi Administrasi Negara  
Skripsi Administrasi Niaga
Skripsi Administrasi Pertanahan
Skripsi Administrasi Publik 
Skripsi Agama Islam
Skripsi Akuntansi
Skripsi Aqidah Filsafat
Skripsi Bahasa Inggris
 Skripsi Bahasa Sastra Inggris
 Skripsi Biologi
Skripsi Desain dan Komunikasi Visual
Skripsi Ekonomi  
Skripsi Ekonomi Islam
  Skripsi Ekonomi Manajemen
 Skripsi Ekonomi Pembangunan
Skripsi Elektro
Skripsi Farmasi  
Skripsi Fisika
Skripsi Geo Teknik
Skripsi Pendidikan Agama Islam  
Skripsi Pendidikan Bahasa Arab
Skripsi Pendidikan Bahasa Indonesia
Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris
Skripsi Pendidikan Biologi  
Skripsi Pendidikan Ekonomi
Skripsi Pendidikan Elektro 
Skripsi Pendidikan Kimia
 Skripsi Pendidikan Matematika
Skripsi Pendidikan Olahraga
Skripsi Perbankan
Skripsi Perbankan Syariah
Skripsi Perkapalan
Skripsi Pertambangan
Skripsi PPKN
Skripsi PGKSD PGSD PGMI
Skripsi Teknik Mesin 
Skripsi Teknik Metalurgi
Skripsi Teknik Pertanian
Skripsi Hukum
Skripsi Hukum Perdata
Skripsi Hukum Pidana
Skripsi Hukum Tata Negara
Skripsi Ilmu Hukum
Skripsi Ilmu Keperawatan
Skripsi Ilmu Komunikasi
Skripsi Ilmu Komputer
 Skripsi Informatika
Skripsi Kedokteran 
Skripsi Kehutanan
 Skripsi Keperawatan
Skripsi Kesehatan Masyarakat
  Skripsi Kimia
Skripsi Komputer
Skripsi Komunikasi 
Skripsi Manajemen
Skripsi Manajemen Ekonomi
Skripsi Manajemen Keuangan
Skripsi Manajemen Pemasaran
Skripsi Manajemen SDM
Skripsi Matematika
 Skripsi Olahraga  
Skripsi Psikologi
 Skripsi Sains Kebumian 
Skripsi Sejarah
 Skripsi Sistem Informasi
Skripsi Statistika
Skripsi Sosiologi 
Skripsi Syariah 
Skripsi Tafsir Hadist
  Skripsi Tarbiyah
 Skripsi Tata Negara
Skripsi Tata Boga Tata Busana  
Skripsi Teknik Elektro
Skripsi Teknik Industri
Skripsi Teknik Informatika
Skripsi Teknik Komputer 
Skripsi Teknik Sipil
dan masih banyak lagi yang lainnya....

semua kami rangkum dalam 3 kepingan dvd berkualitas dan jumlah total sementara skripsinya mencapai lebih dari 4.900 buah skripsi (^_^)

========================================================

*koleksi sementara?
Untuk koleksi sementara kami ada sekitar 4.900 lebih. Lho kok sementara? karena begitu kami memperoleh skripsi yang baru dan fresh maka kami akan menambahkannya kedalam koleksi kami sehingga"koleksi skripsi kami akan mengalami penambahan jumlah tanpa pemberitahuan sebelumnya".

==========================================================

BONUS SOFTWARE

**BONUS RAHASIA**

 Ebook rahasia

 kok rahasia? ya karena ebook ini berisi ebook berbahasa indonesia yang tidak beredar luas di internet. Nilai nominal dari ebook ini lebih dari 1juta lho. Tapi di paket koleksi skripsimu akan kami berikan secara gratis..

>> So kami harap jangan disebar luaskan isinya ya <<



========================================================
Pesan sekarang juga! 
 HARGA SEMUANYA hanya 

SUDAH TERMASUK ONGKIR

========================================================






Ayo order sekarang juga sebelum harganya kami naikkan karena skripsinya akan terus bertambah jumlahnya, jadi wajar dong kalo kami menaikkan harganya.

*******************************************************
>>>>> CARA PEMBELIAN <<<<<
*******************************************************

Hanya dengan tiga langkah mudah di bawah ini

Pembelian cepat melalui sms :

1. Sms ke nomor  
0856-5816-8316 / 0823-6613-0680
bbm : 518EC16D


Contoh sms :

"pesan skripsi segala jurusan, Dessy Jl. kebon duren No.18 Lampung + kodepos"


Saya akan membalas sms serta mencatat nama dan alamat anda, infokan nama dan alamat selengkap-lengkapnya


2. Lakukanlah pembayaran ke salah satu rekening saya:
Bank Mandiri
900-00-0868734-6

An DEFRI WICAKSONO S.SI




Bank BRI
2224-01-000296-53-6

An DEFRI WICAKSONO S.SI


3. Setelah transfer, segera infokan kembali dengan sms

Contoh sms :

"Sudah transfer An.Dessy, 120 rb, cepetan dikirim ya skripsinya"


Setelah transfer maka skripsi akan saya kirimkan ke alamat sobat, jadi tinggal nunggu kurir kiriman datang ke rumah saja. Saya menggunakan jasa pengiriman TIKI, POS, dan JNE. No resi juga akan saya kirimkan supaya sobat bisa menunggu dengan tenang dan damai, hehe..


 >>> GARANSI !! <<<
DVD koleksi skripsi ini kami garansi dari kerusakan fisik maupun error. ya walau pun sudah diburn dengan kualitas yang terbaik namun bisa saja terjadi eror/data tidak terbaca atau bahkan kerusakan dalam proses pengiriman. So.. tidak usah khawatir akan data error/rusak karena kami akan kirim dvd yang baru dan tetap gratis ongkos kirim.

### PENUTUP ###
"kami pedagang muslim yang jujur dan mencari rezeki secara halal. Siapapun yang telah transfer maka demi Allah dvd koleksi skripsi segala jurusan ini akan kami kirimkan dan garansi juga akan kami jamin kepastiannya ^_^ "


 * sebahagian bukti pengiriman yang telah kami lakukan

 

 Maaf, kami tidak mempublikasikan testimoni dari pelanggan kami karena kami merahasiakan identitas mereka. Tapi kami yakinkan bahwa siapapun yang telah transfer maka DEMI ALLAH dvd koleksi skripsimu akan kami kirimkan.


SEMOGA SKRIPSI ANDA SUKSES DENGAN NILAI MAKSIMAL
Aamiin..

PERHATIAN !!
1. KENAPA TIDAK ADA TESTIMONI PEMBELI ??
Saya menjaga kerahasiaan privasi dari customer saya
2. APAKAH DVD SKRIPSINYA BENERAN DIKIRIM SETELAH TRASNFER ??
Demi Allah dvd skripsi akan saya kirim setelah sobat transfer dan resi pengiriman akan saya sms kan ke no sobat
3. GARANSI DVD SKRIPSINYA BENERAN ??
Beneran DVD skripsinya saya garansi, saya janji!
KENAPA HAL INI DIBUAT??
Saya mencari rezeki secara halal dan berusaha meyakinkan pembeli bahwa saya pedagang yang jujur ditengah persaingan dunia online yang sedikit kurang sehat
KUNJUNGI BLOG UTAMA KAMI WWW.KOLEKSI-SKRIPSIMU.BLOGSPOT.COM
Tampilkan postingan dengan label contoh Skripsi pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh Skripsi pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan

CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JUDUL SKRIPSI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TEMBAKBERAS JOMBANG

KEMBALI LAGI SAYA MEMPOSTING CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JUDUL SKRIPSI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU  DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TEMBAKBERAS JOMBANG

BAB I

PENDAHULUAN 

A.    Latar Belakang Masalah (Skripsi Pendidikan Agama islam)

Dalam dunia pendidikan, guru merupakan orang yang sangat dominan dan paling penting, karena bagi siswa guru dijadikan tokoh tauladan (panutan), bahkan cenderung dijadikan tokoh identifikasi diri. Sebagai seorang guru yang memiliki perilaku dan kemampuan untuk mengembangkan siswa secara utuh, maka hendaknya guru menguasai berbagai hal sebagai kompetensi dasar keguruan.
Jabatan guru merupakan pekerjaan profesi, oleh karena itu kompetensi guru sangatlah dibutuhkan dalam proses belajar mengajar, hal ini sejalan dengan penjelasan Arifin yang mengartikan profesi :
Seperangkat fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan keahlian khusus di bidang pekerjaan yang mampu mengembangkan kekaryaannya itu secara ilmiyah disamping mampu menekuni bidang profesinya selama hidupnya, mereka itu adalah para guru yang profesional yang memiliki kompetensi keguruan berkat pendidikan atau latihan di lembaga pendidikan guru dalam jangka waktu tertentu[1]

 Agar profesi guru dapat memenuhi persyaratan yang sesuai dengan maksud diatas, salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memahami kompetensi guru terutama yang menyangkut proses belajar mengajar. Dalam kaitannya dengan pendidikan, kompetensi menunjukkan kepada perbuatan yang bersifat rasional untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kompetensi (kemampuan) ini diperoleh melalui proses pendidikan atau latihan. Salah satu faktor yang paling menentukan berhasilnya proses belajar mengajar adalah guru, seorang guru perlu memiliki kompetensi (kemampuan) untuk mengorganisasi ide-ide yang dikembangkan di kalangan peserta didiknya sehingga dapat menggerakkan minat gairah serta semangat belajar mereka.
Kegiatan pembelajaran adalah suatu proses kegiatan pendidikan yang bertujuan, terencana dan dengan materi yang jelas. Keberhasilan pendidikan merupakan tujuan dan cita-cita pembangunan bangsa, yang merupakan modal dasar untuk membangun dan membina kemajuan suatu bangsa dalam segala segi kehidupan dan sekaligus dapat dimanfaatkan untuk memprediksi masa suatu bangsa. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 yang berbunyi :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab[2]

Dalam proses belajar mengajar selalu ditekankan pada pengertian interaksi yaitu hubungan aktif dua orang (timbal balik) antara  guru dengan murid (two way traffic/double way traffic) hubungan interaksi antara guru dengan murid harus diikuti oleh tujuan pendidikan. Usaha guru dalam membantu murid untuk mencapai tujuan, guru harus memilih bahan atau materi pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai serta menentukan metode dan sarana yang paling tepat dan sesuai dalam penyampaian bahan dengan mempertimbangkan faktor situasional. (Skripsi Pendidikan Agama islam)
Evaluasi merupakan tahapan setelah proses belajar-mengajar dilaksanakan, dengan demikian lengkaplah siklus belajar-mengajar sebagai suatu proses yang interaktif edukatif, mulai dari perumusan tujuan sampai kepada penyediaan sarana pedukung interaksi.
Dari siklus proses belajar-mengajar tersebut dapat terlihat bahwa guru merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam menentukan proses belajar-mengajar. Untuk itu kualifikasi guru sangat penting diperhatikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan dengan prestasi belajar murid sebagai salah satu indikatornya.3
Dengan demikian seorang guru dituntut menjadi seorang guru yang professional dan berkompeten, baik itu kompetensi personal, sosial maupun kompetensi profesional. Kompetensi personal adalah bahwa ia mampu menjalankan tugas terhadap dirinya sendiri. Sosial adalah hubungan dengan kehidupan bersama atau adanya kemampuan untuk berinteraksi dengan sesama, yang intinya mengajar dan mendidik merupakan tugas pemanusiaan manusia, dan kompetensi profesional bertugas memberikan ilmu pengetahuan, kecakapan kepada siterdidik yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek pribadinya. (Skripsi Pendidikan Agama islam)
Selain hal yang diuraikan diatas, seorang guru juga haruslah berkompetensi, baik itu berupa pengetahuan (knowledge), pemahaman, kemampuan (skiil), nilai, sikap dan minat (interest), agar proses belajar mengajar berjalan secara kondusif dan peserta didik akan lebih termotivasi dalam pembelajaran.4Dari aspek-aspek tersebut, mencakup dua bidang kompetensi pokok seorang guru, yaitu kompetensi personal dan kompetensi profesional.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam terhadap permasalahan tersebut dan dituangkan dalam bentuk skripsi yang berjudul “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang”.

Selengkapnya terkait CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JUDUL SKRIPSI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU  DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TEMBAKBERAS JOMBANG Dari Mulai BAB1 Hingga BAB 5 Penutup Termasuk Daftar Pustakan silahkan miliki di sini

Skripsi Pendidikan Agama Islam Judul Skripsi Pemulyaan Pendidikan Perempuan Menuju Masyarakat Modern (Studi Kasus di KAMMI Daerah Malang

Kali ini saya kembali akan memposting Skripsi Pendidikan Agama Islam Judul Skripsi Pemulyaan Pendidikan Perempuan Menuju Masyarakat Modern (Studi Kasus di KAMMI Daerah Malang

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang  Penelitian
Allah SWT menciptakan manusia (laki-laki maupun perempuan) dari zat yang sama, namun keduanya mempunyai stereotipe yang berbeda, baik dari sudut pandang fisik, psikologis, dan sosial, perempuan berbeda dengan laki-laki. Namun, perbedaan ini bukan berarti mereka (perempuan) harus termarjinalkan dan dieksploitasi dalam mengembangkan pribadinya. Mereka juga punya hak dalam memperjuangkan eksistensinya dan juga membangun realita hidupnya.[1]
Dalam hal kemanusiaan, Islam memandang perempuan sama persis dengan laki-laki, ia juga ahli beragama dan beribadah.[2] Mereka akan sama-sama masuk surga jika berbuat baik dan mendapat siksa jika berbuat jahat. Allah SWT. telah berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetao dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memlihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (Q.S. Al Ahzab: 35)[3]

Perempuan memang merupakan mahluk yang mempunyai ciri yang khas tersendiri, lemah lembut, penuh kasih sayang, keindahan, memelihara, juga perasaannya yang halus. Namun sayang, dari perbedaan inilah yang menyebabkan kaum perempuan sering tidak mendapatkan ketidakadilan di berbagai bidang dan  bahkan perlakuan kejam. Ketidakadilan dalam mendapatkan akses dan pemanfaatan ekonomi, sosial, politik serta yang lain, masih menjadi problem yang dihadapi masyarakat perempuan. 
Munculnya  berbagai jenis kekerasan terhadap perempuan seperti perdagangan (anak) perempuan (trafficking), diskriminasi upah buruh perempuan, penipuan dengan modus pengiriman TKW, eksploitasi perempuan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) termasuk martipal rape, kekerasan seksual, aborsi, infeksi menular seksual (IMS) hingga dampak nyata yang harus dihadapi perempuan karena kemiskinannya.[4]
Di sisi lain, kalu kita membicarakan ketertindasan, maka kaum perempuan menepatkan urutan teratas[5]. Penderitaannya semakin bertambah bila kebetulan ia golongan minoritas atau kelas miskin. Ia selalu dijadikan kambing hitam dari semua persoalan di dunia ini. Ia tertindas di tengah-tengah komunitas yang relegius sebagaimana ia pun tertindas di tengah-tengah komunitas yang “progresif”. Ia ditindas atas nama Tuhan, dieksploitasi atas nama kesempatan dan popularitas. Perempuan adalah makhluk asing di dunia laki-laki.
Harus diakui, bahwa permasalahan yang menimpa kaum perempuan terjadi akibat adanya ketidak seimbangan relasi antara laki-laki dan perempuan. dan sampai sekarang masih menjadi momok yang mengerikan. Permasalahan ini harus dipikirkan oleh semua pihak dengan segala kapasitasnya sebagai problem sosial, bukan sekedar masalah seksual pelengkap atau sesuatu yang menyenangkan – seperti yang banyak dipikirkan oleh kaum lelaki.[6]
Fenomena di atas menggugah banyak kalangan untuk ikut terlibat secara aktif guna memberdayakan perempuan. Berbagai upaya pembangunan pemberdayaan perempuan yang dilakukan untuk menunjang dan mepercepat tercapainya kualitas hidup dan mitra kesejajaran laki-laki dan perempuan, diharapkan mampu menciptakan bingkai relasi sosial yang dapat mewujudkan relasi yang bersetara dan berkeadilan. Sehingga perempuan memiliki posisi tawar (bargaining position) yang bagus dalam berbagai aspek kehidupan social, budaya, politik dan ekonomi yang telah membuat perempuan terjebak dalam stereotipe, subordinasi, marjinalisasi, beban ganda dan kekerasan dan akan jauh dari eksploitasi yang selama ini sering terjadi.
Salah satu upaya pemberdayaan perempuan dapat dilakukan melalui kegiatan pendidikan dan latihan bagi kaum perempuan yang bergerak dalam seluruh bidang atau sektor. Tujuannya adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia perempuan yang mempunyai kemampuan dan kemandirian, dengan bekal kepribadian, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga dapat terwujud kepekaan dan kepedulian perempuan dari seluruh masyarakat, penentu kebijakan, pengambil keputusan, perencana dan penegak hukum serta pendukung kemajuan dan kemandirian perempuan.
Permasalahan di atas mendapat perhatian dari beberapa kalangan. Misalnya KAMMI. Sebagai sebuah organisasi kader, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) merupakan organisasi dalam lingkup masyarakat yang erat kaitannya dan paling berpeluang dalam menyentuh kehidupan perempuan sampai tingkat grass-root.KAMMI tidak bisa lepas tangan melihat berbagai problem yang dihadapi perempuan bangsanya. Banyaknya anggota (kader) perempuan, merupakan modal besar bagi KAMMI dalam bergerak dan berkiprah dari atas ke tingkatan bawah melalui beberapa koordinasi menghadapi konteks (perubahan) zamannya.
Terkait dengan masalah pemberdayaan pendidikan perempuan tersebut, maka perlu untuk dikaji peran serta dan andil KAMMI dalam pemberdayaan perempuan. Mengingat organisasi yang berbasis mahasiswa Muslin ini adalah suatu komunitas intelektual (akademis) yang semestinya memiliki kepekaan sosial tinggi. Paling tidak inilah yang menjadi alasan mengapa peneliti memilih KAMMI sebagai objek penelitian ini.
Dari paparan di atas, maka  penulis tertarik untuk mengkaji dan melakukan penelitian tentang pemberdayaan pendidikan perempuan di organisasi KAMMI daerah Malang. Selain itu juga, penulis ingin mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan KAMMI daerah Malang dalam memberdayakan pendidikan perempuan. Adapun judul yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah: Pemulyaan Pendidikan Perempuan Menuju Masyarakat Modern (Studi Kasus di KAMMI Daerah Malang).

B. Rumusan Masalah
Mengingat pentingnya suatu batasan masalah dalam melakukan penelitian, maka di bawah ini penulis merumuskan beberapa masalah sebagai acuan dalam melaksanakan penelitian yaitu sebagai berikut :
1.      Bagaimana paradigma KAMMI daerah Malang tentang pemberdayaan pendidikan perempuan menuju masyarakat modern?
2.      Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan KAMMI daerah Malang dalam memberdayakan pendidikan perempuan?
3.      Bagaimanakah Problematika yang dihadapi KAMMI dalam memberdayakan pendidikan perempuan?


Selengkapnya terkait Skripsi Pendidikan Agama Islam Judul Skripsi Pemulyaan Pendidikan Perempuan Menuju Masyarakat Modern (Studi Kasus di KAMMI Daerah Malang Dari Mulai BAB 1 Hingga BAB 5 Penutup  Silahkan miliki di sini

CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI 12 PONDOK LABU (Studi Penelitian Kelas IX SMP PGRI 12 Pondok Labu)

CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI 12 PONDOK LABU (Studi Penelitian Kelas IX SMP PGRI 12 Pondok Labu)


ABSTRAKSI CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Hasanuddin
Implementasi Pembelajaran Akhlak pada Siswa Kelas IX SMP PGRI 12 Pondok Labu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jawaban bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam(akhlak) di SMP PGRI 12 Pondok Labu.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI 12 Pondok Labu.
Penelitian ini memakai Metode deskriptif analisis yang menggunakan instrument kuesioner dan wawancara. Dari penelitian yang telah dilakukan kepada sejumlah siswa yang menjadi sampel, penulis melakukan analisis data yang merupakan bagian penting dalam metode ilmiah untuk menjawab masalah penelitain ini.
Pembelajaran akhlak pada kelas IX SMP PGRI 12 Pondok Labu dalam pelaksanaan dan hasil terhadap anak didik di SMP tersebut, antara materi yang disampaikan atau norma dengan sikap atau perilaku anak didik cukup sesuai dari hasil penelitian di SMP tersebut. Dari 30 siswa yang menjawab pertanyaanpertanyaan berjumlah 14 item dengan jawaban (kadang-kadang) berjumlah 8, jawaban (ya) berjumlah 4 dan jawaban (tidak) berjumlah 2, maka cukup sesuai dengan alokasi waktu yang sangat singkat hanya 2 jam/ kelas mayoritas siswa menjawab kadang-kadang. (contoh skripsi pendidikan agama islam)

Untuk mempertahankan dan meningkatkan akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (akhlak) supaya tujuan inti di dalam proses pembelajaran siswa-siswi bisa tercapai dengan baik maka penulis menyarankan kepada pihak sekolah untuk menjadikan akhlak sebagai orientasi utama dan pertama didalam penilaian dengan diimbangi oleh kapasitas intelektual anak didik, disarankan pula untuk para guru menjadi suri tauladan bagi siswa-siswinya agar akhlak anak didik setiap hari semakin baik dalam kehidupan sehari-harinya di sekolah khususnya, umumnya di luar sekolah.
CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI 12 PONDOK LABU (Studi Penelitian Kelas IX SMP PGRI 12 Pondok Labu), Selengkapnya dari mulai BAB 1 Hingga BAB Terakhir termasuk daftar pustaka silahkan Berkunjung di contoh skripsi pendidikan agama islam di sini

CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM - UPAYA GURU AGAMA DALAM MEMBINA MENTAL GENERASI MUDA DI MAN SOOKO MOJOKERTO

CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM - UPAYA GURU AGAMA DALAM MEMBINA MENTAL GENERASI MUDA DI MAN SOOKO MOJOKERTO



Pada era globalisasi ini, lembaga pendidikan dihadapkan pada perkembangan zaman yang begitu pesat,
sehingga dampak dari perkembangan dan kemajuan zaman tersebut terdapat dampak positif dan negatif,
masalah dampak negatif yang menjadi kekhawatiran masyarakat antara lain terjadinya tindakan dan prilaku
menyimpang dari masyarakat, seperti halnya maraknya perjudian, perampokan, mengkonsumsi narkoba,
minum minuman keras dan lain sebagainya.
            Prilaku menyimpan tersebut diharapkan jangan sampai merasuki dan meracuni generasi muda
sebagai penerus bangsa dimana merekalah yang memegang estafet kepemimpinan masa depan bangsa, oleh
karena itu lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sooko Mojokerto berupaya semaksimal
mungkin untuk mendidik dan membina mental generasi muda sebagai penerus bangsa ini agar  nantinya
menjadi generasi yang handal yang mampu meraih cita-cita bangsa yang patut dibanggakan oleh semua
lapisan masyarkat, dengan pendidikan agama yang ajarkan oleh guru agama yang profesional diupayakan
dapat membentengi jiwa generasi muda agar tidak terseret oleh arus dan dampak negatif perubahan dan
kemajuan zaman ini.
            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan: Bagaimana upaya guru agama dalam
membina mental generasi muda, faktor apa saja yang menjadi masalah dan bagaimana solusi pemecahan
masalah tersebut.
            Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif
deskriptif, dengan analisa deskriptif dari data yang dihasilkan melalui metode observasi, interview, angket
dan dokumen. Dalam pembahasannya penulis menggunakan metode deduksi dan induksi.
            Kesimpulan yang ditarik dari hasil temuan penelitian adalah:1. upaya guru agama dalam membina
mental generasi muda (siswa) yakni dengan membentuk kegiatan : a. pembelajaran Al-qur’an, b. bidang fiqh.
2. Masalah-masalah yang dihadapi MAN Sooko Mojokerto dalam upaya guru agama dalam membina
mental generasi muda: a. masalah pendidik, b. masalah peserta didik, c. masalah materi, d. masalah metode,
e. masalah sarana dan prasarana.
3. Usaha-usaha yang dilakukan oleh guru agama MAN Sooko Mojokerto dalam upaya guru agama dalam
membina mental generasi muda: a. mengatasi masalah pndidik, 
b. mengatasi masalah peserta didik, c.mengatasi masalah materi, d. mengatasi metode, e. mengatasi sarana dan prasarana.
 Saran-saran dalam penelitian ini terdiri dari: 
1. orang tua sebaiknya membantu dalam memotivasi
peserta didik untuk aktif dalam pelajaran agama dan kegiatan keagamaan,
 2. Hendaknya sekolah lebih
meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam kegiatan sekolah, 
3. Agar sekolah berupaya melengkapi dan
memperbanyak literature tentang pendidikan agama.

CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM - UPAYA GURU AGAMA DALAM MEMBINA MENTAL GENERASI MUDA DI MAN SOOKO MOJOKERTO SELENGKAPNYA DARI BAB 1 HINGGA PENUTUP DAN DAFTAR PUSTAKA KUNJUNGI DI SINI


CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Anak dalam perspektif Islam merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada orang tua, dan merupakan titipan Allah kepada orang tuanya, hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 49:

لله ملك السموا ت والأرض يخلق ما يشاء يهب لمن يشاءاناثا ويهب لمن يشاء الذكور(الشورى:49)
Artinya: “ Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang  Dia kehendaki dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapa yang  Dia kehendaki".[1]

Sesungguhnya Allah mempunyai wewenang menciptakan kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang dia kehendaki walau makhluk enggan untuk menerimanya, terkadang manusia mendambakan anak laki-laki tetapi kehendak Allah yang maha mutlak kekuasaan dan pengaturannya yang berlaku, Dia memberi anak perempuan kepada siapa yang dia kehendaki walau yang bersangkutan mendambakan anak laki-laki begitu juga sebaliknya.
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa Allah berwenang penuh menciptakan dan mengatur makhluknya dan ini merupakan penjelasan secara umum, yang sesuai dengan konteks dimana dilarang memperdebatkan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan khusus Allah.       
Dan firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 38 :

هنالك دعا زكريا ربه قال رب هب لي من لدنك ذرية طيبة
انك سميع الدعاء (ال عمران:38)
Artinya: ” Di sanalah  Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”.[2]

            Ayat di atas menjelaskan bahwa mihrob tempat Maryam berada dan saat itulah ketika ia mendengar jawaban sumber rizki Maryam, harapan Zakariya a.s untuk memperoleh anak keturunan muncul kembali dari lubuk hatinya yan terdalam selama ini harapan itu ia pendam dalam-dalam karena sadar bahwa ia dan isterinya telah lanjut usia tapi melihat apa yang terjadi pada Maryam serta mendengar dan menyadari ucapannya  bahwa Allah memberi rizki kepada siapa yang dia kehendaki tanpa yang bersangkutan mendengarnya disana dan ketika itulah berdo'a kepada tuhannya seraya berkata Tuhanku pemelihara dan pembimbingku anugerahilah aku dari sisimu yang aku tidak tahu bagaimana caranya anak berkualitas, sesunmgguhnya engkau maha  mendengar dan maha pengkabul  
            Dengan demikian dapat dipahami bahwa anak merupakan amanat dari Allah kepada orang tua, yang nanti di hari kiamat akan dimintai pertanggug jawaban tentang pemeliharaan, pengembangan dan pemanfaatannya. Dan diantara hal yang ditanyakan adalah pendidikan agama pada anak.
            Perlu kita perhatikan bahwa setiap orang tua muslim mendambakan anak yang sholeh, dengan iman yang teguh, taat beribadah, dan akhlak terpuji. Tetapi untuk mewujudkan hal tersebut bukan lah semudah kita bayangkan seperti membalikkan telapak tangan, melainkan harus melalui proses yang cukup panjang dan membutuhkan perjuangan. Oleh karena itu, meskipun dalam keadaan kepayahan, kesusahan, sebagai orang tua dalam mengasuh anaknya, tidak akan dapat mengikis kasih sayangnya kepada mereka. Harapan untuk memiliki anak yang sholeh, akan tetap tertanam dalam hati kedua orang tua.
            Zakiah Darajat mengatakan: “ Agama yang ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak sehingga merupakan bagian dari unsure-unsur kepribadiannya, akan cepat bertindak menjadi pengandali dalam menghadapi segala keinginan-keinginan dan dorongan-dorongan yang timbul. Karena keyakinan terhadap agama yang menjadi bagian dari kepribadian itu, akan mengatur sikap dan tingkah laku seseorang secara otomatis dari dalam dirinya, jika ia menjadi seorang ibu atau bapak di rumah tangga, ia merasa terdorong untuk membesarkan anak-anaknya dengan pendidikan  dan asuhan yang diridhoi oleh Allah. Ia tidak akan membiarkan anak-anaknya melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan susila”.[3]
            Berbicara tentang  pendidikan agama anak, keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam membentuk kepribadian keagamaan anak, bahkan sampai kapanpun fungsinya tidak akan  tergeser oleh lembaga lainnya. Itulah sebabnya, kewajiban orang tua terhadap anaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan lahiriah saja seperti makan, minum dan lainnya, tetapi lebih dari itu, orang tua wajib memenuhi kebuttuhan rohaniahnya, yang berupa pendidikan agama. Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Tahrim ayat 6:

يايها الذين امنوا قوا انفسكم واهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملئكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما امرهم ويفعلون ما يؤمرون(التحريم:6)
Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, peliharlah dirimu dan keluargmu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.[4]

            Menjaga diri dan keluar dari siksaan neraka adalah dengan cara memberikan  pengajaran dan pendidikan agama, serta menumbuhkan dan membiasakan mereka berbuat kebaikan.
            Akan tetapi akhir-akhir ini, kita banyak menjumpai di tengah masyarakat, dimana keluarga muslim khususnya kurang memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya. Sehingga terjadi penyimpangan prilaku anak  dari norma-norma agama yang telah ditetapkan. Padahal Rosulullah telah menegaskan dalam hadisnya yang berbunyi:

ما من مولود الايولد على الفطرة فابواه يهودانه او ينصرانه
 او يمجسا نه (رواه مسلم)
Artinya: “ Tiadalah seorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya, maka akibat kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nashrani, atau Majusi”.[5]

            Jadi baik dan buruk tumbuhnya anak-anak merupakan tanggung jawab orang tua. Orang tua harus betul-betul memperhatikan pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agama. Sehingga kelak diakherat dapat mempertanggung jawabkan amanat yang diberikan Allah kepadanya.
            Maraknya dekadensi moral, baik yang dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun orang tua sebagaimana yang kita saksikan sangat erat kaitannya dengan pendidikan agama disamping itu juga karena pengaruh globalisasi, namun apabila setiap individu memahami agama dengan baik, maka ia akan mampu membentengi dirinya dari berbagai pengaruh yang negatif dan tetap konsis mengamalkan ajaran agama tersebt. Untuk itu orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga yang sekaligus merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama maka mereka memiliki tanggung jawab penuh dalam pelaksanaan pendidikan agama islam di lingkungan keluarga demi terbentuknya pribadi anak sehingga menjadi sosok muslim yang ideal. Namun demikianlah pendidikan anak untuk menjadi muslim yang baik dalam kehidupan keluarga perlu menggunakan berbagai macam cara atau strategi tersendiri sehingga berhasil.
            Atas dasar pemikiran tersebut, penulis terdorong untuk mengangkat permasalahan mengenai "Strategi Pelaksanaan Pendidikan Agama Pada Anak Dalam Keluarga" studi kasus keluarga Bapak Karjono di dukuh Sentanan desa Krembangan Gudo Jombang.

B.     Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang diatas, dan mengacu pada judul yang ada, penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.      Faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak  dalam keluarga?.
2.      Bagaimanakah strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga ?

C.    Tujuan Penelitian

            Secara umum penelitian ini berusaha mengungkap strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga Bapak Karjono di dukuh Sentanan desa Krembangan Gudo Jombanng.
            Sedangkan secara rincinya sebagai berikut:
a.       Untuk mendiskripsikan strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga Bapak Karjono di dukuh Sentanan Desa Krembangan Gudo Jombang.
b.      Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga di dukuh Sentanan Desa Krembangan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.
D. Penegasan Judul
            Agar dalam membaca skripsi ini tidak mengalami kesulitan maka penulis perlu memberikan penegasan judul, sehingga nantinya pembaca memahami apa maksud dari isi skripsi ini.
1.      Strategi adalah pertimbanngan dan penetapan langkah-langkah yang ditempuh sejak awal sampai akhir  
2.      Pelaksanaan adalah dimulainya suatu kegiatan
3.      Pendidikan agama adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama menururt ukuran-ukuran islam.
4.      Anak adalah buah hasil dari hubungan antara suami dan isteri
5.      Keluarga adalah suatu perkumpulan kecil, yang mana didalamnya terdapat hubungan yang erat antara Bapak, Ibu dan anak.
            Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga adalah cara orang tua dalam membimbing anak-anaknya dalam belajar untuk mencapai terbentuknya kepribadian yang utama menurut ukuran-ukuran islam. Sehingga nantinya anak akan mampu menjalankan perintah dan menjahui larangan agama yang sudah digariskan dan menjadi anak yang sholeh yang berbakti kepada kedua orang tua mereka.

E.     Manfaat Penelitian

            Setelah penulis menyelesaikan penelitian tentang strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga, diharapkan nantinya akan bermanfaat :
1.      Bagi para orang tua sebagai pendidik pertama anak-anaknya, sehingga akan lebih bertanggung jawab dan memperhatikan betul terhadap pendidikan agama anak-anaknya.
2.      Bagi Penulis :
a.       Sebagai bahan informasi dan latihan dalam mengembangkan dinamika pemikiran tentang pendidikan agama.
b.      Sebagai acuan awal dalam kehidupan selanjutnya sebelum terjun dalam kehidupan keluarga dan masyarakat yang nyata..
3.      Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan masukan dalam rangka meningkatkan strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga, sekaligus menjadi bahan studi lanjut bagi yang memerlukan.

F.     Metode Penelitian

            Metode penelitian merupakan sebuah cara yang digunakan dalam penelitian. Bagaimana  cara mencari data, dan setelah data didapat bagaimana cara mengolah data tersebut sehingga menjadi bermakna dan dapat dipahami setiap pembaca.  
a.      Jenis Penelitian
Menurut jenisnya penelitian ini adalah penelitian studi kasus (Case Study), yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Ditinjau dari wilayahnya maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subyek yang sempit, yang ditinjau dari sifat penelitian. Penelitian kasus lebih mendalam.[6]
Menurut Nasution, studi kasus adalah bentuk penelitian yang dapat dilakukan terhadap seorang individu, sekelompok individu, golongan manusia (guru, suku), lingkungan hidup manusia (desa), atau lembaga sosial.[7]
Oleh karena itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu gambaran yang utuh dan terorganisasi dengan baik tentang komponen-komponen tertentu, sehingga dapat memberikan kevaliditan hasil penelitian.
b. Obyek Penelitian
            Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai obyek penelitian secara langsung adalah keluarga Bapak Karjono yang ada di dukuh Sentanan desa krembangna kecamatan Gudo kabupaten jombang. Adapun alasan penulis menjadikan keluarga Bapak Karjono sebagai obyek penelitian karena berdasarkan pemantauan penulis keluarga ini bisa dikatakan berhasil dalam mendidik anak-anaknya baik itu dalam pendidikan umum atau pendidikan agama, masing-masing kedua orang tuanya memiliki kesibukan diluar rumah yaitu bapaknya bekerja sebagai guru, dan kalau sore hari biasanya ikut membantu mengajar di TPQ Nurul Iman. Sedangkan ibunya dibidang wiraswasta yaitu menunggu toko disamping sebagai ibu rumah tangga. Meskipun mereka mempunya kesibukan akan tetapi komunikasi diantara keduanya berjalan dengan baik, lancar dan tidak lengah, mereka tetap mengontrol pendidikan anak-anaknya.
            Inilah sedikit gambaran tentang keluarga Bapak Karjono, untuk lebih jelasnya akan penulis paparkan pada bab III sebagai deskripsi hasil penelitian di lapangan.
c. Informan dan Responden
            Informan adalah orang yang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi situasi dan kondisi latar penelitian.[8]
                Responden merupakan orang yang memberi jawaban dan sangat diperlukan dalam penelitian. Dengan kata lain responden adalah orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian baik pertanyaan lesan atau tulisan.[9]
         Adapun yang dijadikan responden disisni adalah seluruh anggota keluarga bapak karjono, termasuk saudara-saudaranya yang tidak tinggal serumah dengan keluarga bapak karjono. Sedangkan yang dijadikan informan disini adalah tetangga terdekat yang dianggap perlu

d. Metode Pengumpulan Data
   Berdasarkan jenis dan sumber data yang diperoleh, seperti penulis kemukakan diatas, maka metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Metode Observasi
Yang dimaksud metode observasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan melalui pengamatan secara sistematis terhadap obyek yang diteliti.[10]
         .
   Adapun yang diobservasi adalah tentang strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga yang meliputi pelaksanaan pendidikan akidah, ibadah dan akhlak oleh orang tua. Metode yang digunakan setiap harinya yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat dan metode perhatian/ pengawasan, dan kondisi lingkungan keluarga Bapak Karjono
2.      Metode Interview (wawancara)
Interview yang sering juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu           
         Metode ini digunakan untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan pendidikan agama yang dilakukan oleh ortang tua dalam kaitannya untuk memperoleh kebenaran dari hasil wawancara yang telah dilakukan.
3.            Metode Dokumentasi
         Metode dokumenter adalah pengumpulan data dari data-data yang telah didokumentasikan dalam berbagai bentuk. Suharsimi Arikunto mengatakan:
“Bahwa metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya”.[11]

         Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang struktur pemerintahan desa, jumlah penduduk, tingkat pendidikan, pekerjaan (mata pencaharian), jumlah penduduk berdasar agama, jumlah tempat ibadah, jumlah lembaga pendidikan serta data yang berhubungan dengan administrasi lainnya.
e.Teknik Analisis Data
Analisa adalah mngelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta menyikatkan data sehingga mudah untuk di baca. [12]
Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis sehingga dalam penelitian tidak perlu merumuskan hipotesisnya.[13]
Dalam mengadakan analisa data, perlu diingat bahwa data yang diperoleh hanya menambah keterangan terhadap masalah yang ingin dipecahkan. Data tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut, sehingga analisa yang diperoleh dapat berjenis-jenis. Informasi yang diperoleh dapat menjawab sebagaian atas semua masalah, dapat menjawab secara spesifik dan dapat bersifat sangat umum.  
   Agar data yang terkumpul mempunyai makna, maka diperlukan proses analisa data dengan cara tertentu. Moh. Nasir mengatakan:” Data mentah yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya jika tidak dianalisa. Analisa data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan analisalah, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian”.Data mentah yang telah dikumpulkan perlu dipecah-pecah dalam kelompok, diadakan katagorisasi sehingga data tersebut mempunyai makna.[14] Sedangkan beberapa ciri dalam membuat kategori adalah :
a.       Kategori yang dibuat harus sesuai dengan tujuan penelitian serta masalah
b.      Kategori harus lengkap
c.       Kategori harus bebas dan terpisah
d.      Tiap kategori harus berasal dari satu kaidah klasifikasi
e.       Tiap kategori harus dalam satu level.[15]

G.    Sistematika Pembahasan

Sistematika adalah tata urutan yang beraturan dan berkesesuaian. Sistematika ini memuat kerangka pemikiran yang akan digunakan dalam pelaporan hasil penelitian yang dilakukan. Adapun bentuk sistematis dari laporan tersebut adalah sebagai berikut:
BAB I    :  Pada bab ini merupakan penjelasan secara umum tentang, Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Batasan Masalah, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian, Sistematika Pembahasan.
BAB II  : Pada bab ini berisis penjelasan secara teoritis tentang hal-hal yang berhubungan dengan strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga

BAB III :  Pada bab ini akan dikemukakan hasil penelitian yang akan diungkapkan secara deskriptif tentang latar belakang obyek, strategi pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga
BAB IV : Sebagai bab terakhir, bab ini akan membahas tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan  dimaksud adalah kesimpulan dari hasil penelitian yang didapat dari lapangan, sedang saran ditujukan kepada pihak yang terlibat dalam penelitian agar lebih bertanggung jawab terhadap pendidikan agama anak.
Contoh Skripsi Pendidikan Agama Islam Selengkapnya Silahkan Kunjungi di sini

[1] Depag, Al-Qur'an dan Terjemah, Asy-Syifa', Semarang, 2000, hal, 390
[2] Ibid, hal, 42
[3] Zakiah Darajat, Pendidikan Agama Dalam Pembinaan Mental, Bulan Bintang, Jakarta, 1975, hal 92
[4]Depag R I, Op. cit, hal, 6
[5] Hussein Bahreij, Himpunan hadits Shahih Muslim, Al-Ikhlas, Surabaya, 1987, hal, 44
[6]Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bina Aksara, Jakarta 1998. Hal. 131
[7] S Nasution. Metode Reseach. Jemmars, Bandung. 1982. Hal 36
[8]. Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja rosda karya,Bandung. 2000. hal  90
[9]. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bina Aksara, Jakarta 1993. Hal. 102
[10]Sutrisno Hadi, Op, cit, hal, 159
[11]Suharsismi Arikunto, Op, cit, hal. 236
[12] Moh Nasir, Metode Penelitian, Gahlia Indonesia, Jakarta, 1999, hal, 419
[13]Suharsimi Arikunto, Op, cit, hal. 206
[14]Moh Nasir, Metode Penelitian, Gahlia Indonesia, Jakarta, 1999, hal. 405 
[15] Moh Nasir, ibid hal 409
 
Atas