************************************************

Skripsi Administrasi Bisnis
Skripsi Administrasi Negara  
Skripsi Administrasi Niaga
Skripsi Administrasi Pertanahan
Skripsi Administrasi Publik 
Skripsi Agama Islam
Skripsi Akuntansi
Skripsi Aqidah Filsafat
Skripsi Bahasa Inggris
 Skripsi Bahasa Sastra Inggris
 Skripsi Biologi
Skripsi Desain dan Komunikasi Visual
Skripsi Ekonomi  
Skripsi Ekonomi Islam
  Skripsi Ekonomi Manajemen
 Skripsi Ekonomi Pembangunan
Skripsi Elektro
Skripsi Farmasi  
Skripsi Fisika
Skripsi Geo Teknik
Skripsi Pendidikan Agama Islam  
Skripsi Pendidikan Bahasa Arab
Skripsi Pendidikan Bahasa Indonesia
Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris
Skripsi Pendidikan Biologi  
Skripsi Pendidikan Ekonomi
Skripsi Pendidikan Elektro 
Skripsi Pendidikan Kimia
 Skripsi Pendidikan Matematika
Skripsi Pendidikan Olahraga
Skripsi Perbankan
Skripsi Perbankan Syariah
Skripsi Perkapalan
Skripsi Pertambangan
Skripsi PPKN
Skripsi PGKSD PGSD PGMI
Skripsi Teknik Mesin 
Skripsi Teknik Metalurgi
Skripsi Teknik Pertanian
Skripsi Hukum
Skripsi Hukum Perdata
Skripsi Hukum Pidana
Skripsi Hukum Tata Negara
Skripsi Ilmu Hukum
Skripsi Ilmu Keperawatan
Skripsi Ilmu Komunikasi
Skripsi Ilmu Komputer
 Skripsi Informatika
Skripsi Kedokteran 
Skripsi Kehutanan
 Skripsi Keperawatan
Skripsi Kesehatan Masyarakat
  Skripsi Kimia
Skripsi Komputer
Skripsi Komunikasi 
Skripsi Manajemen
Skripsi Manajemen Ekonomi
Skripsi Manajemen Keuangan
Skripsi Manajemen Pemasaran
Skripsi Manajemen SDM
Skripsi Matematika
 Skripsi Olahraga  
Skripsi Psikologi
 Skripsi Sains Kebumian 
Skripsi Sejarah
 Skripsi Sistem Informasi
Skripsi Statistika
Skripsi Sosiologi 
Skripsi Syariah 
Skripsi Tafsir Hadist
  Skripsi Tarbiyah
 Skripsi Tata Negara
Skripsi Tata Boga Tata Busana  
Skripsi Teknik Elektro
Skripsi Teknik Industri
Skripsi Teknik Informatika
Skripsi Teknik Komputer 
Skripsi Teknik Sipil
dan masih banyak lagi yang lainnya....

semua kami rangkum dalam 3 kepingan dvd berkualitas dan jumlah total sementara skripsinya mencapai lebih dari 4.900 buah skripsi (^_^)

========================================================

*koleksi sementara?
Untuk koleksi sementara kami ada sekitar 4.900 lebih. Lho kok sementara? karena begitu kami memperoleh skripsi yang baru dan fresh maka kami akan menambahkannya kedalam koleksi kami sehingga"koleksi skripsi kami akan mengalami penambahan jumlah tanpa pemberitahuan sebelumnya".

==========================================================

BONUS SOFTWARE

**BONUS RAHASIA**

 Ebook rahasia

 kok rahasia? ya karena ebook ini berisi ebook berbahasa indonesia yang tidak beredar luas di internet. Nilai nominal dari ebook ini lebih dari 1juta lho. Tapi di paket koleksi skripsimu akan kami berikan secara gratis..

>> So kami harap jangan disebar luaskan isinya ya <<



========================================================
Pesan sekarang juga! 
 HARGA SEMUANYA hanya 

SUDAH TERMASUK ONGKIR

========================================================






Ayo order sekarang juga sebelum harganya kami naikkan karena skripsinya akan terus bertambah jumlahnya, jadi wajar dong kalo kami menaikkan harganya.

*******************************************************
>>>>> CARA PEMBELIAN <<<<<
*******************************************************

Hanya dengan tiga langkah mudah di bawah ini

Pembelian cepat melalui sms :

1. Sms ke nomor  
0856-5816-8316 / 0823-6613-0680
bbm : 518EC16D


Contoh sms :

"pesan skripsi segala jurusan, Dessy Jl. kebon duren No.18 Lampung + kodepos"


Saya akan membalas sms serta mencatat nama dan alamat anda, infokan nama dan alamat selengkap-lengkapnya


2. Lakukanlah pembayaran ke salah satu rekening saya:
Bank Mandiri
900-00-0868734-6

An DEFRI WICAKSONO S.SI




Bank BRI
2224-01-000296-53-6

An DEFRI WICAKSONO S.SI


3. Setelah transfer, segera infokan kembali dengan sms

Contoh sms :

"Sudah transfer An.Dessy, 120 rb, cepetan dikirim ya skripsinya"


Setelah transfer maka skripsi akan saya kirimkan ke alamat sobat, jadi tinggal nunggu kurir kiriman datang ke rumah saja. Saya menggunakan jasa pengiriman TIKI, POS, dan JNE. No resi juga akan saya kirimkan supaya sobat bisa menunggu dengan tenang dan damai, hehe..


 >>> GARANSI !! <<<
DVD koleksi skripsi ini kami garansi dari kerusakan fisik maupun error. ya walau pun sudah diburn dengan kualitas yang terbaik namun bisa saja terjadi eror/data tidak terbaca atau bahkan kerusakan dalam proses pengiriman. So.. tidak usah khawatir akan data error/rusak karena kami akan kirim dvd yang baru dan tetap gratis ongkos kirim.

### PENUTUP ###
"kami pedagang muslim yang jujur dan mencari rezeki secara halal. Siapapun yang telah transfer maka demi Allah dvd koleksi skripsi segala jurusan ini akan kami kirimkan dan garansi juga akan kami jamin kepastiannya ^_^ "


 * sebahagian bukti pengiriman yang telah kami lakukan

 

 Maaf, kami tidak mempublikasikan testimoni dari pelanggan kami karena kami merahasiakan identitas mereka. Tapi kami yakinkan bahwa siapapun yang telah transfer maka DEMI ALLAH dvd koleksi skripsimu akan kami kirimkan.


SEMOGA SKRIPSI ANDA SUKSES DENGAN NILAI MAKSIMAL
Aamiin..

PERHATIAN !!
1. KENAPA TIDAK ADA TESTIMONI PEMBELI ??
Saya menjaga kerahasiaan privasi dari customer saya
2. APAKAH DVD SKRIPSINYA BENERAN DIKIRIM SETELAH TRASNFER ??
Demi Allah dvd skripsi akan saya kirim setelah sobat transfer dan resi pengiriman akan saya sms kan ke no sobat
3. GARANSI DVD SKRIPSINYA BENERAN ??
Beneran DVD skripsinya saya garansi, saya janji!
KENAPA HAL INI DIBUAT??
Saya mencari rezeki secara halal dan berusaha meyakinkan pembeli bahwa saya pedagang yang jujur ditengah persaingan dunia online yang sedikit kurang sehat
KUNJUNGI BLOG UTAMA KAMI WWW.KOLEKSI-SKRIPSIMU.BLOGSPOT.COM
Tampilkan postingan dengan label Contoh Skripsi Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Skripsi Keuangan. Tampilkan semua postingan

Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi pada PT. Telkom Tbk)

Menambah postingan blog ini kali ini saya akan posting Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI  SALAH SATU ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi pada PT. Telkom Tbk)

BAB I
PENDAHULUAN
   
A.    LATAR BELAKANG

Tujuan kegiatan ekonomi dalam suatu perusahaan salah satunya adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan yang optimal, agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan, maka seorang manajer harus dapat mengetahui kondisi perusahaannya, baik kekuatan maupun kelemahan dari perusahaan agar perusahaan tersebut mampu dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang lain (www.mail-archive.com).
Kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing ditentukan oleh baik tidaknya kondisi perusahaan. Untuk mengetahui kondisi perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya, sedangkan baik tidaknya kondisi perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja dari manajemen perusahaan tersebut, kinerja perusahaan dapat diukur  dari kemampuan dari kemampuan manajemen dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan perbaikan kondisi keuangan dalam hal efektivitas dan efisiensi atau perencanaan manajemen demi keberhasilan perusahaan. Selain itu juga dilihat dari kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban  perusahaan ( Riyanto, 2001 : 327-328).
Salah satu cara untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja keuangan dalam kurun waktu tertentu, maka perlu adanya suatu penilaian. Dalam hal ini melalui analisis terhadap laporan keuangan perusahaan sebagai laporan kegiatan bersama dalam kurun waktu tertentu. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Dalam laporan keuangan ini berisi informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan, sehingga setelah dilakukan analisis maka akan diperoleh suatu gambaran baik tentang kemunduran ataupun kemajuan yang telah dicapai oleh perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan disini merupakan hal penting bagi pihak manajemen guna menetapkan suatu kebijakan atau pengambilan keputusan dimasa yang akan datang (Munawir, 2004 : 31).
Penilaian kinerja keuangan ini tidak hanya berguna bagi manajer sebagai alat Bantu dalam pengambilan keputusan, tetapi juga berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan seperti para pemilik perusahaan, para investor dan calon investor, para kreditor dan calon kreditor. Bagi pemilik perusahaan dan para investor penilaian kinerja keuangan ini berguna sebagai alat untuk mengevaluasi dan menilai apakah modal yang ditanamkan dalam bentuk asset maupun uang tunai telah dikelola dan diberdayakan dengan baik, sehingga menghasilkan suatu keuntungan yang diharapkan. Sedangkan bagi para kreditor dan calon kreditor berguna sebagai alat yang dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang pada saat jatuh tempo dan berguna sebagai alat untuk mengetahui seberapa besar hutang beredar dalam perusahaan tersebut.

"Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI  SALAH SATU ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi pada PT. Telkom Tbk)"

Dan untuk menghasilkan kinerja yang baik maka dana yang ada di perusahaan harus dikelola dengan  efektif dan efisien, yaitu memanfaatkan sumber  dana yang minimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan juga dana yang ada di alokasikan untuk suatu proyek yang lain agar bisa mendapatkan keuntungan dari dana tersebut. 
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut, dan kondisi keuangan suatu perusahaan akan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan tersebut antara lain adalah neraca dan laporan laba rugi. Dengan menganalisis pos-pos neraca akan dapat diketahui atau diperoleh gambaran tentang posisi finansialnya. Sedang dengan menganalisis laporan laba ruginya akan dapat memberikan gambaran tentang hasil atau perkembangan ynag telah dicapai oleh perusahaan yang  bersangkutan (Munawir, 2004 : 1).
Ada beberapa teknik analisis laporan keuangan, yaitu analisis trend,analisis perubahan modal kerja, analisis commond size, analisis rasio, analisis perubahan laba kotor, dan analisis pulang pokok (Munawir, 2004 : 36-37).
Dari berbagai analisis tersebut, analisis rasio yang sering digunakan oleh banyak analis sebagai suatu alat untuk menilai kinerja dari perusahaan, karena analisis rasio dapat menjelaskan hubungan antara variable-variabel yang diteliti dan dipakai dasar untuk menilai kondisi tertentu, seperti laporan keuangan. Rasio ini juga sangat diperlukan oleh beberapa pihak, terutama pemilik atau pemegang saham, manajemen dan kreditor. Dengan menghitung rasio-rasio tertentu maka akan  dapat menunjukkan suatu kinerja keuangan perusahaan, sehingga dapat membuat keputusan yang penting  bagi kepentingan perusahaan untuk masa yang akan datang (Kartadinata, 1990 : 153).
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang selanjutnya disebut Telkom atau perseroan, merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap yang terbesar di Indonesia, Telkom menyediakan jasa telepon tetap kabel, jasa telepon tetap nirkabel, jasa telepon bergerak, data dan internet serta jasa multimedia lainnya, network dan interkoneksi baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi. PT. Telkom merupakan perseroan yang menjadi pemegang saham mayoritas di 9 (sembilan) anak perusahaan, termasuk di PT telekomunikasi selluler (telkomsel), yang memiliki pangsa pasar terbesar dalam industri selluler di Indonesia  dengan EBITDA margin sebesar 72  %, merupakan salah satu yang tertinggi di dunia (www.telkom.co.id). Pada tahun 2003 PT. Telkom menempati peringkat ke 12 perusahaan Teknologi Informasi (TI) versi “infotech” Majalah Business Week Global (www.antara.co.id).
Pada tahun 2005 PT. Telkom mendapatkan penghargaan “The Best Value Creator Award 2005 and The Golden Value Creator Award 2005” sebagai perusahaan yang berhasil menciptakan value selama lima tahun berturut-turut untuk kategori asset di atas 1 (satu) Triliun (Majalah SWA, 2005).
Kepemilikan saham Telkom saat ini dimiliki oleh pemerintah RI sebesar 51,19 %, dan oleh public sebesar 48,81%. Sebagian dimiliki oleh investor asing sebesar 45,58 % dan sisanya oleh investor lokal sebesar 30,23 % dengan kapitalisasi pasar untuk saham Telkom saat ini berkisar 15% dari total kapitalisasi pasar BEJ (www.telkom.co.id).
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas maka peneliti berminat untuk melakukan penelitian dengan judul ”Analisis Rasio Keuangan Sebagai Salah Satu Alat Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan”.

B.     RUMUSAN MASALAH


Bagaimana kinerja keuangan perusahaan PT. Telkom Tbk dinilai berdasarkan analisis rasio keuangan ?
C.    TUJUAN PENELITIAN

Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan PT. Telkom Tbk dinilai berdasarkan analisis rasio keuangan.

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI  SALAH SATU ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi pada PT. Telkom Tbk) Dari mulai BAB 1 Hingga bab 5 Penutup termasuk daftar pustaka bisa di miliki di sini

Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS VARIABEL – VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2004 - 2008

Kembali lagi saya memposting Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS VARIABEL – VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2004 - 2008

BAB I
PENDAHULUAN

1.      1.  Latar Belakang
Dewasa ini telah berkembang dengan pesat suatu kondisi sistem perekenomian di Indonesia yang telah banyak diterapkan diberbagai sektor yaitu sistem ekonomi Islam. Pada dasarnya, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sudah menjadi kewajiban bagi Umat Islam Indonesia untuk menerapkan ekonomi syariah sebagai bukti ketaatan dan ketundukan masyarakat pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Di Indonesia ekonomi syariah mulai dikenal sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991. Selanjutnya ekonomi berbasis syariah di Indonesia ini mulai menunjukan perkembangan yang menggembirakan, terbukti hingga kini penerapan hukum syariah bukan hanya terbatas pada bank-bank saja, tapi sudah menjalar ke bisnis asuransi, bisnis multilevel marketing, koperasi bahkan ke pasar modal.
Para investor muslim kini juga tidak perlu susah-susah lagi untuk menanamkan modalnya pada suatu jenis usaha, karena Bursa Efek Indonesia sudah memiliki Jakarta Islamic Indexyang memuat indeks saham yang masuk kategori halal. Saham-saham yang masuk kriteria JII adalah saham-saham yang operasionalnya bukan dari riba, permodalan perusahaan bukan juga dari mayoritas utang. Jadi bisa kita katakan bahwa saham-saham yang tergabung dalam JII ini adalah saham-saham yang


pengelolaan dan manajemennya terbilang sudah transparan dan sudah memenuhi prinsip corporate governance. Karenanya jangan heran kalau sepanjang keberadaannya saham-saham syariah yang tergabung dalam JII adalah saham yang memberikan keuntungan cukup atraktif.
Kinerja JII secara historis lebih baik dibadingkan dengan IHSG maupun LQ45 sehingga menawarkan returnyang lebih tinggi. Ini merupakan alternatif dari reksadana saham yang kini menjadi primadona. (www.bi.go.id) Ketiga puluh jenis saham pada JII merupakan saham terseleksi yang mempunyai fundamental baik, dalam arti kinerja keuangan perusahaannya masuk dalam kategori baik. Hal ini memberikan indikasi bahwa JII merupakan sasaran investasi yang baik bagi perusahaan yang berbasis syariah. (www.suaramerdeka.com)
Sektor pertambangan bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif tempat investasi yang perlu dipertimbangkan, investasi pada sektor ini memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang maximal karena memegang kendali dalam sektor perekonomian, seperti bahan bakar minyak yang merupakan kebutuhan pokok.
Sebelum tahun 2005 saham perusahaan pertambangan bukanlah komoditas yang menarik di lantai bursa. Maklum, para pemain saham cenderung mengincar untung besar dalam jangka pendek dengan risiko yang minim. Sedangkan pertambangan merupakan investasi besar jangka panjang yang berisiko besar. Seiring melonjaknya harga komoditas pertambangan, saham perusahaan tambang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menjadi primadona. Sepanjang tahun 2006 – 2007, saham perusahaan pertambangan utama yang terdaftar di BEI, yakni PT Aneka Tambang, Tbk. (ANTM), PT Bumi Resource, Tbk. (BUMI), PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA), dan PT International Nickel Indonesia, Tbk. (INCO) menunjukkan kapitalisasi pasar yang pesat. (www.majalahtambang.com)

Pada tahun 2007 saham pertambangan jadi favorit investor sehubungan dengan naiknya sejumlah komoditas tambang. Indeks saham pun langsung melejit termasuk Jakarta Islamic Index (JII) dan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, perusahaan sektor pertambangan yang tergabung di JII yaitu  International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 2.400 menjadi Rp 44.900, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 400 menjadi Rp 9.600. (www.detikfinance.com). Menguatnya harga minyak mentah dunia juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sektor pertambangan khususnya tambang batu bara dimana harga batu bara sebagai bahan bakar subtitusi ikut terangkat. Penguatan harga batu bara dunia dan meningkatnya volume penjualan kuartal pertama 2008 karena tingginya permintaan dalam dan luar negeri, telah memberikan pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan-perusahaan tambang batu bara, diantaranya perusahaan yang tergabung di JII seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bumi Resource, Tbk. yang mencatatkan peningkatan laba. (www.okezone.com)................

Keadaan seperti yang dijelaskan diatas, diilhami peneliti – peneliti terdahulu dalam melakukan penelitian, diantaranya Madichah (2005) melakukan penelitian tentang pengaruh EPS, DPS, FL terhadap harga saham perusahaan manufaktur di BEI periode 2000-2002. Hasil penelitan mengungkapkan bahwa EPS, DPS dan FL berpengaruh simultan terhadap harga saham. Secara parsial ada pengaruh antara EPS terhadap harga saham, sedangkan DPS dan FL tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Mohamad Abdul Azis (2005) melakukan penelitian tentang pengaruh Earnings Per Share (EPS) dan pertumbuhan penjualan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel EPS berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. Denny (2008) melakukan penelitian tentang pengaruh Deviden Per Share dan Return On Equity terhadap harga saham (Studi pada lima perusahaan yang tergabung dalam sector pertambangan periode 2002-2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dividend Per Share dan Return On Equity pada lima perusahaan yang tergabung dalam sektor pertambangan periode 2002-2007 cenderung berfluktuasi. Perkembangan harga saham lima perusahaan yang tergabung dalam sektor pertambangan periode 2002-2007 cenderung meningkat. Secara parsial  dan simultan variabel Dividend Per Share dan Return On Equity memiliki hubungan positif dan signifikan dengan harga saham. Fatma Khotimatul Khusna (2009) melakukan penelitian tentang analisis pengaruh variabel fundamental terhadap harga saham perusahaan pertambangan (studi pada BEI). Hasil penelitian mengungkapkan variabel EPS mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, untuk variabel ROA, ROE, PER, dan DPR tidak berpengaruh terhadap harga saham dan EPS yang berpengaruh paling dominan terhadap harga saham.
Dengan adanya variabel – variabel yang mempengaruhi harga saham seperti tersebut diatas, penelitian ini akan difokuskan pada pengaruh variabel EPS, PER, ROE, dan ROA terhadap harga saham perusahaan sector pertambangan yang tergabung di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2004-2008.
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian “Analisis Variabel – variabel yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Harga Saham Perusahaan yang Tergabung di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2004– 2008”.

1.      2. Rumusan Masalah
Setelah mengetahui kondisi dewasa ini berkaitan dengan salah satu aspek yang ada di Bursa Efek Indonesia, maka rumusan masalah yang coba diajukan dalam penelitian ini adalah:
1.      Apakah EPS, PER, ROE, dan ROA secara bersama – sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan yang tergabung di JII?
2.      Apakah EPS, PER, ROE, dan ROA secara individu mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan yang tergabung di JII?
3.      Manakah dari variabel EPS, PER, ROE, dan ROA yang berpengaruh dominan terhadap harga saham pada perusahaan yang tergabung di JII?
Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Manajemen Keuangan Judul ANALISIS VARIABEL – VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2004 - 2008 Dari BAB I hingga BAB 5 Penutup Termasuk daftar pustaka dan lampiran, Silahkan Miliki di sini

Contoh Skripsi EKonomi Keuangan Judul EVALUASI PENERAPAN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT BPRS BUMI RINJANI BATU

Contoh Skripsi EKonomi Keuangan Judul EVALUASI PENERAPAN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT BPRS BUMI RINJANI BATU

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu negara adalah adanya dukungan dari sistem keuangan yang sehat dan stabil, demikian pula dengan negara Indonesia. Sistem keuangan negara Indonesia sendiri
terdiri dari tiga unsur, yakni sistem moneter, sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank.
Telah menjadi pengetahuan umum bahwa perkembangan ekonomi islam identik dengan berkembangnya lembaga keuangan syari’ah. Bank syari’ah menjadi pedoman utama lembaga keuangan. Semua transaksi
yang dilakukan oleh orang muslim haruslah berdasarkan prinsip rela sama rela, dan tidak boleh ada pihak yang menzalimi atau yang di zalimi.

Prinsip dasar ini mempunyai implikasi yang sangat luas dalam bidang ekonomi dan bisnis, termasuk dalam praktik perbankan. Allah berfirman dalam surat an-nisa’ ayat 29 
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah
kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS: An-Nisa’29)

Perkembangan perekonomian yang semakin kompleks tentunya membutuhkan ketersediaan dan peran serta lembaga keuangan. Kebijakan moneter dan perbankan merupakan bagian dari kebijakan ekonomi yang diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan. Oleh sebab itu peranan perbankan dalam suatu negara sangat penting. Tidak ada suatu negarapun yang hidup tanpa memanfaatkan lembaga keuangan
(Siamat, 1999: 47).

Lembaga keuangan perbankan merupakan lembaga keuangan yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat guna memenuhi kebutuhan dana bagi pihak yang
membutuhkan, baik untuk kegiatan produktif maupun konsumtif.

Lembaga perbankan di Indonesia telah terbagi menjadi dua jenis yaitu, bank yang bersifat konvensional dan bank yang bersifat syari’ah. Bank yang bersifat konvensional adalah bank yang pelaksanaan operasionalnya
menjalankan sistem bunga (interest fee), sedangkan bank yang bersifat syari’ah adalah bank yang dalam pelaksanaan operasionalnya menggunakan prinsip-prinsip syari’ah Islam. Prinsip syari’ah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah (UU, No 10,1998)
Perkembangan perbankan syari’ah di Indonesia diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1 November 1991. Pada mulanya perbankan syari’ah belum mendapat perhatian yang optimal dari pemerintah, hal ini terlihat pada Undang-Undang No 7 tahun 1992 yang belum menjelaskan adanya landasan hukum operasional perbankan syari’ah. Namun, setelah adanya undang-undang baru yaitu Undang-
Undang No 10 tahun 1998 maka bank syari’ah telah memiliki landasan hukum yang lebih kuat serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan oleh bank syari’ah. Undang-undang tersebut juga memberikan arahan
bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syari’ah ataupun mengkonversi secara total menjadi bank syari’ah. Dengan diakuinya dua sistem perbankan yaitu perbankan sistem bagi hasil dan sistem
konvensional, maka bank syari’ah semakin berkembang dan mulai dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Menurut Antonio (1999), Pembiayaan merupakan salah satu kegiatan utama dan menjadi sumber utama pendapatan bagi bank syari’ah. Bentuk pembiayaan perbankan berdasarkan prinsip syari’ah antara lain adalah: murabahah yaitu prinsip jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati, salam yaitu pembelian barang yang diserahkan di kemudian hari sementara pembayarannya dilakukan di muka, istishna’ yaitu pembelian barang yang dilakukan dengan kontrak penjualan yang disepakati, ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa melelui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership/milkiyyah) atas barang itu sendiri, mudharabah yaitu akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul mal) menyediakan modal 100% sedangkan pihak lain menjadi pengelola, musyarakah yaitu akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing- masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan,
kafalah yaitu jaminan yang diberikan oleh bank (penanggung) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua (pihak yang ditanggung), hawalah yaitu pengalihan hutang dari orang yang berhutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya, dan qardh yaitu pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih dan diminta kembali.

Dalam menjalankan prinsip syari’ahnya, bank syari’ah juga harus menjunjung nilai-nilai keadilan, amanah, kemitraan, transparansi dan saling menguntungkan baik bagi bank maupun bagi nasabah yang merupakan pilar dalam melakukan aktivitas muamalah. Oleh karena itu, produk layanan perbankan harus disediakan untuk mampu memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam.

PT BRRS Bumi Rinjani Batu memberikan pelayanan pembiayaan murabahah, yang berupa pembiayaan investasi, dan pembiayaan modal kerja. PT BRRS Bumi Rinjani Batu memberikan bantuan pembiayaan
dalam bentuk pembayaran secara kredit/cicilan dan mempunyai beberapa sistem, prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon debitur. PT BRRS Bumi Rinjani Batu sejak didirikan pada 05 Oktober 2001
sampai sekarang menunjukkan kinerja yang terus mengalami peningkatan. Dari keseluruhan pembiayaan yang ada di PT BRRS Bumi Rinjani Batu, pembiayaan murabahah merupakan jenis pembiayaan yang
paling banyak nasabahnya. Tingkat pembiayaan yang semakin tinggi pada suatu bank juga diiringi dengan adanya risiko kredit yang besar pula. Risiko kredit ini harus diminimalisir agar bank dapat mempertahankan kelangsungan usahanya. Salah satu cara untuk meminimalisir risiko kredit adalah dengan pengadaan suatu pengendalian yang terdiri dari beberapa kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk menjalankan fungsi
pengelolaan pembiayaan secara aman menjalankan fungsi pengelolaan pembiayaan secara aman, obyektif dan sesuai dengan ketentuan perbankan syariah yang berlaku.
Dengan latar belakang tersebut, peneliti memilih judul: ”EVALUASI PENERAPAN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT BPRS BUMI RINJANI BATU”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana penerapan pembiayaan murabahah pada PT BRRS Bumi Rinjani Batu?
2. Apa kendala pembiayaan murabahah yang diterapkan oleh PT BRRSBumi Rinjani Batu?

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi EKonomi Keuangan Judul EVALUASI PENERAPAN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT BPRS BUMI RINJANI BATU Dari BAB I hingga bab 5 Penutup Silahkan kunjungi disini

Contoh Skripsi Ekonomi Manajemen Keuangan Judul Analisis Kelayakan Investasi Guna Meningkatkan Kualitas Jasa pada Taman Wisata Pemandian Wendit di Kabupaten Malang

Kembali lagi saya akan memposting Contoh Skripsi Ekonomi Manajemen Keuangan Judul Analisis Kelayakan Investasi Guna Meningkatkan Kualitas Jasa pada Taman Wisata Pemandian Wendit di Kabupaten Malang


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Krisis moneter yang melanda Indonesia di pertengahan tahun 1997 telah membawa dampak negatif yang sangat terasa terhadap kegiatan perekonomian  Negara Indonesia. Seluruh aspek perekonomian negara Indonesia terkena dampak tersebut, termasuk aspek infrastruktur baik pusat maupun daerah yang ada di Indonesia.
Salah satu dampak tersebut adalah keterbatasan dana atau anggaran  APBN dan APBD yang disediakan pemerintah untuk pembiayaan infrastruktur baik pusat maupun daerah. Seperti yang diungkapkan oleh Raden Pardede selaku ketua tim pembiayaan infrastruktur dimasa pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono bahwa untuk membangun infrastruktur yang diprioritaskan untuk tahun 2006 - 2010, diperlukan dana sebesar Rp 200 Triliun. Dari jumlah tersebut ternyata pemerintah hanya mampu menyediakan dana anggaran sebesar 20% atau sekitar 40 Triliun.
Sedangkan menurut Deputi Menko perekonomian bidang infrastruktur (Suyono Dikun) dalam jumpa pers infrastruktur Summits II di Hotel Borobudur, Jakarta, selasa 4 /7/2006 "bahwa pembiayaan proyek infrastruktur tiap tahun mengalami kekurangan dana Rp.163,5 Triliun, Tambahnya bahwa jumlah tersebut sulit dipenuhi karena ruang APBN yang sangat kecil akibat tergerus oleh pembiayaan untuk bencana alam, anggaran pendidikan dan anggaran lainnya, juga jumlah presentase anggaran pembiayaan infrastruktur terhadap Produk Domestic Bruto (PDB) dari tahun ketahun semakin mengecil.
Sebelum krisis angkanya mencapai 5,5 % sampai 6% dari PDB, sementara ditahun 2006 angka tersebut diperkirakan turun drastis menjadi 2% dari PDB. Dengan infrastruktur summits II, pemerintah mengharap bisa menggandeng pihak asing maupun swasta untuk membiayai sejumlah proyek yang termasuk infrastruktur daerah, pembiayaan tersebut dapat berupa penerbitan saham dll.
Adanya otonomi daerah yang telah ditetapkan oleh kesepakatan pemerintah ternyata membuat pemerintah daerah untuk mencari alternatif bagaimana mencukupi kebutuhan yang diperlukan oleh daerahnya serta bagaimana infrastruktur daerah dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah.
Ditambah lagi dengan persaingan di era globalisasi dan iklim ekonomi yang semakin kurang menentu yang telah memaksa sebagian pengusaha untuk memusatkan perhatian yang ditujukan guna mempertahankan dan meningkatkan peluang pasar.
Hal ini berarti bahwa  dalam iklim globalisasi ekonomi tersebut seorang pengusaha harus dapat menciptakan competitive advantage atau keunggulan daya saing dalam perdagangan, melalui peningkatan kualitas dan produktivitas barang dan jasa. (H. Soewarso, 2004: 52)
Dalam meningkatkan kualitas jasa, maka pemerintah daerah harus selektif dalam memilih infrastruktur yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dibudidayakan sehingga mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut misalnya adalah taman wisata.
Demikian halnya dengan taman wisata, taman wisata merupakan salah satu asset daerah dalam bidang produksi jasa. Oleh karena itu perusahaan tersebut harus selalu mengadakan perubahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Taman wisata ini bila diolah dengan profesional dapat dipastikan mampu memberikan kontribusi terhadap daerahnya. Maka dari itu pemerintah melakukan berbagai usaha untuk mengembangkan taman wisata (infrastruktur daerah).
Begitu pula taman wisata pemandian Wendit yang terletak di Desa  Mangliaman, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Disamping memiliki panorama alam yang indah, memiliki khas (hewan kera), letaknya yang mudah dijangkau oleh seluruh pengunjung karena berada didepan bandara Abdur Rahman Saleh, sangat mendukung wisata pemandian Wendit ini untuk lebih dikembangkan potensinya dalam meningkatkan kualitas produksinya.
Taman wisata pemandian Wendit ini cukup dikenal dan selalu dikunjungi oleh berbagai masyarakat yang ada di Malang, luar Malang dan bahkan para wisatawan dari luar negeri, akan tetapi tidak semua  pengunjung puas akan fasilitas yang ada ditaman wisata pemandian Wendit. Hal ini dapat dilihat dari data yang disampaikan oleh pihak pengelola taman wisata pemandian Wendit (P.D. Jasa Yasa) tentang penurunan jumlah pengunjung dari tahun 2001 ke tahun 2006, dan adanya rencana pemerintah untuk mengembangkan fasilitas yang ada serta adanya rencana perbaikan bangunan yang ada ditaman wisata pemandian Wendit Malang.
Dari latar belakang diatas, maka peneliti ingin meneliti kelayakan investasi guna mengembangkan kualitas wisata pemandian Wendit yang terletak di Desa Mangliaman Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dengan diterbitkannya investasi diharapkan taman wisata pemandian Wendit mampu meningkatkan kualitas yang sesuai dengan harapan para pengunjung sehingga hal ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Rumusan Masalah
Adanya keterbatasan dana APBD dan adanya tuntutan untuk selalu mengembangkan wilayah kabupaten malang karena adanya otonomi daerah serta didukungnya potensi alam yang dimiliki taman wisata pemandian wendit Malang menjadikan alasan tersendiri bahwa wendit harus dikembangkan kualitasnya dengan mengeluarkan proyek investasi.
Dari permasalahan tersebut diatas maka muncul rumusan masalah seperti dibawah ini yaitu:

Apakah rencana investasi Taman Wisata Pemandian Wendit Malang layak untuk dilaksanakan? 

selengkapnya terkait Contoh Skripsi Ekonomi Manajemen Keuangan Judul Analisis Kelayakan Investasi Guna Meningkatkan Kualitas Jasa pada Taman Wisata Pemandian Wendit di Kabupaten Malang Dari mulai BAB I hingga BAB 5 Penutup termasuk daftar pustaka silahkan masuk contoh skripsi di sini

Skripsi Manajemen Keuangan Judul MEKANISME PENANGANAN PEMBIAYAAN MURABAHAH BERMASALAH (Studi pada BMT Syari’ah Pare)

Pagi ini saya kembali mencoba memposting Skripsi Manajemen Keuangan Judul MEKANISME PENANGANAN PEMBIAYAAN  MURABAHAH BERMASALAH   (Studi pada BMT Syari’ah Pare) 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar  Belakang
Perekonomian indonesia sejak dahulu berdasarkan pada persatuan usaha kecil baik di daerah kota dan terutama di daerah pedesaan. Mereka adalah para petani kecil, pengusaha kecil, pedagang kecil dan semua kegiatan produksi berskala kecil. Setiap perekonomian merupakan susunan piramidal dengan dasar yang kuat, melebar dan luas, dan merupakan landasan yang luas bagi pembangunan struktur ekonomi. Landasan bagi pembangunan ini adalah pengembangan golongan usaha kecil dengan pemberian pembiayaan untuk usaha-usaha produktif (Faried, 1999:8).
Pembinaan pengusaha kecil harus lebih diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah. Namun, perkembangan usaha kecil menghadapi beberapa kendala seperti tingkat kemampuan, ketrampilan, keahlian, manajemen sumber daya manusia, kewirausahaan, pemasaran, keuangan dan Kelemaham dalam struktur permodalan dan keterbatasan untuk memperoleh jalur terhadap sumber-sumber permodalan.
Bagi pengusaha kecil (PK) dengan omset kurang dari Rp 50 juta per bulan atau lebih dikenal dengan usaha mikro, umumnya tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kelangsungan hidup usahanya. Mereka pada umumnya tidak membutuhkan modal yang besar untuk ekspansi produksi; biasanya modal yang diperlukan sekedar membantu kelancaran cash flow saja. Bisa dipahami bila pembiayaan dari Bank Berpembiayaanan Rakyat (BPR) (Suhardjono, 2003 : 39).

Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) pada dasarnya merupakan pengembangan dari konsep ekonomi dalam Islam terutama dalam bidang keuangan yang kegiatanya mengelola dana yang bersifat nirlaba (sosial) dan menghimpun, menyalurkan dana masyarakat dan bersifat profit motive. Penghimpunan dana diperoleh melalui simpanan pihak tiga dan penyalurannya dilakukan dalam bentuk pembiayaan atau investasi, yang dijalankan berdasarkan prinsip syari'at.

Sistem bebas bunga atau disebut Bank Syari'ah, memang tidak khusus diperuntukkan untuk sekelompok orang namun sesuai landasan Islam yang "Rahmatan lil 'alamin" tetapi didirikan guna melayani masyarakat banyak tanpa membedakan keyakinan yang dianut.

Pihak swasta secara individual ataupun kelembagaan, kepemilikan dananya juga terbatas untuk memenuhi operasional dan pengembangan usahanya. Dengan keterbatasan kemampuan finansiil lembaga negara dan swasta tersebut, maka penyediaan permodalan pengembangan pada sektor-sektor produktif. Banyak nasabah yang  mempunyai problema untuk memulai sebuah usaha. Maka, ada salah satu produk bank syari'ah yaitu pembiayaan Murabahah. Pembiayaan yang diberikan kepada nasabah dalam rangka pemenuhan kebutuhan barang modal (investasi). Murabahah sama dengan pembiayaan investasi yang diberikan oleh bank-bank syari'ah dan karenanya pembiayaan ini berjangka waktu di bawah atau diatas satu tahun (long run financing) (Muhammad,2004: 182).

Pembiayaan murabahah adalah pembiayaan dengan sistem jual beli, dimana Unit Simpan Pinjam (USP) Syari'ah dapat membantu anggotanya dengan membiayai pembelian barang yang dibutuhkan modal usaha anggota tersebut (Sholahuddin,2006:118).

Pembiayaan murabahah merupakan perjanjian antara bank dengan nasabahnya. Perjanjian tersebut dalam bentuk pembiayaan pembelian atas sesuatu barang yang dibutuhkan oleh nasabah. Nasabah akan membayar kepada bank sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan (pada tanggal jatuh tempo) dan lazimnya pembiayaan ini merupakan pembiayaan yang pendek (suhrawardi, 2004:62).
 Pada sebagian masyarakat melakukan pembiayaan Murabahah dengan BMT Syari'ah. Dengan ini, mulai dari para petani dan pedagang pasar (usaha kecil) meminjam modal untuk kelancaran dan perluasan usahanya.kebanyakan yang dihadapi masyarakat terletak pada pembiayaan pada dagangannya, kadang-kadang keuntungan dari barang  yang dijual tidak sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan untuk membeli dagangannya.

Menurut Mulyono (1996:10) Pembiayaan adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan ditangguhkan pada jangka waktu yang disepakati.Pada sisi penyaluran dana (Landing of Fund), pembiayaan merupakan pembiayaan yang potensial menghasilkan pendapatan dibandingkan dengan alternatif pendanaan lainnya.
Menurut pasal 1 ayat 11 UU No. 10/1998 tentang perubahan UU No 7/1992 tentang perbankan; pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga (Abdullah,2003: 84).
Pembiayaan di BMT juga mengalami masalah walaupun telah dilakukan berbagai analisis secara seksama. Seorang analis pembiayaan tidak dapat memprediksi bahwa pembiayaan selalu berjalan dengan baik, banyak faktor penyebabnya diantarannya kesalahan penggunaan pembiayaan, manajemen yang buruk, dan kondisi perekonomian mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan keuangan debitur dan atas kerugian pembiayaan bank.

Persoalan pokok pembiayaan bermasalah adalah ketidaksediaan debitur untuk melunasi atau ketidaksanggupan untuk memperoleh pendapatan yang cukup untuk melunasi pembiayaan seperti yang telah disepakati (Ibrahim,2004: 109). 

Adapun penelitian mengenai dengan judul “Pelaksanaan Pembiayaan Murabahah Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Permodalan Pada BPRS Bhakti Haji Malang ” (Rahmiati, 2003)   menyatakan bahwa BPRS Bhakti Haji Malang telah mampu memenuhi permodalannya dalam setiap tahunnya. Selain itu, pelaksanaan manajemen pembiayaan dalam mengatasi pembiayaan bermasalah (Ulfa, 2003) juga berperan dalam mengatasi pembiayaan bermasalah dan mampu untuk menyelesaikan pembiayaan bermasalah yang ada di PT. BPR Gunung Ringgit Dinoyo. Sehingga,  dengan empirik menunjukkan adanya konsistensi dengan apa yang diajukan pada pembiayaan murabahah bermasalah arah pengendaliannya positif pada jangka panjang serta mekanisme penanganan memiliki pengaruh positif pada Pembiayaan Murabahah Bermasalah.
Adapun alasan peneliti memilih lokasi adalah BMT Syari'ah Pare yang berdiri pada tanggal 26 April 2001, merupakan BMT yang berprospek lebih baik dari pada BMT yang ada, dapat dilihat pada perkembangan Asset dari Tahun ke Tahun sebagai berikut :


Tabel. 1.1
ASSET BMT Syari'ah Pare pada tahun (2005-2007)

TAHUN
ASSET
2005
Rp. 2.147.536.614.65
2006
Rp. 3.321.110.521.56
2007
Rp. 4.655.300.222.19
                         Sumber : Data dari BMT Syari'ah

Ada enam (6) BMT di Kediri yang lokasinya berbeda-beda, berikut nama-nama BMT tersebut :


Tabel. 1.2
Nama-nama BMT yang  ada di Kediri

No
Nama
Lokasi
1.
BMT SYARI'AH
Pare
2.
BMT WARALABA
Bendo
3.
BMT AMANAH SYARI'AH
Pare
4.
BMT SURYA MELATI
Gurah
5.
BMT AR ROHMAH
Plosoklaten
6.
BMT AS SALAM
Keras
         Sumber : Data hasil wawancara pihak marketing yang diolah.

Berdasarkan latar belakang tersebut salah satunya adalah mekanisme penanganan yang berguna untuk pembiayaan murabahah bermasalah. Dimana ada kebijakan BMT dalam pembiayaan bermasalah. Namun, pada tahun 2008 perlu adanya mekanisme penanganan dengan menggunakan variabel yang sama dengan latar belakang diatas maka penulis mengangkat judul “Mekanisme Penanganan Pembiayaan Murabahah Bermasalah pada BMT Syari'ah Pare

B. Rumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
Faktor apa yang dapat mengakibatkan pembiayaan murabahah bermasalah di BMT Syari'ah Pare?

Bagaimanakah cara menangani pembiayaan murabahah bermasalah di BMT Syari'ah Pare?

Selengkapnya terkait Skripsi Manajemen Keuangan Judul MEKANISME PENANGANAN PEMBIAYAAN  MURABAHAH BERMASALAH   (Studi pada BMT Syari’ah Pare) Dari mulai BAB I hingga BAB 5 Penutup SIlahkan miliki di sini 

CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN JUDUL : PENGARUH CASH RATIO, RETURN ON ASSETS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG MASUK DALAM PENGHITUNGAN INDEKS LQ45 (Studi pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009)

Assalamualaikum Pengunjung blog contoh skripsi, kali ini saya kembali lagi menuliskan contoh skripsi yang tersimpan di folder komputer saya ke blog ini yakni CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN JUDUL : PENGARUH CASH RATIO, RETURN ON ASSETS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG MASUK DALAM PENGHITUNGAN INDEKS LQ45 (Studi pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berbagai krisis yang terjadi di bidang perbankan yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997, di awali dengan terjadinya krisis moneter sebagai akibat dari jatuhnya nilai rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar Amerika serikat (US $), triggernya di awali dengan jatuhnya nilai bath dari Thailand,
sebagai akibat dari kegiatan pasar valuta asing, yang di lakukan soros warga Negara Amerika serikat keturunan yahudi, kemudian merambat ke Malaysia, Filipina dan Indonesia. Depresiasi rupiah mula-mula tidak begitu tajam yakni di KURS US $1=Rp.2.400.00-, merayap menjadi US $1=Rp.3.000.00-, akan tetapi pada bulan Agustus sampai dengan November 1997 meskipun pemerintah (dalam hal ini Bank Indonesia) telah berusaha dengan berbagai cara namun nilai rupiah tidak bertahan lagi bagaikan “terjun bebas” hingga US $1=Rp.12.000.00-, Selanjutnya masyarakat di kejutkan dengan berbagai kejadian yang menimpa perbankan nasional sejak november 1997 hingga april 1998, kejadian-kejadian tersebut sebetulnya dapat di pandang sebagai hasil dari usaha pemerintah untuk membenahi perbankan nasional dari penyakit kronis, bahkan ada yang menilai sebagai konsekuensi logis dari tindak lanjut atu bagian kesepakatan antara pemerintah republik Indonesia dengan international monetary funds (IMF) khususnya di bidang penyehatan perbankan Menurut (Dendawijaya 2004:3), Para pengamat Ekonomi menilai bahwa urutan krisis yang melanda negeri tercinta sejak juli 1997 adalah sebagai berikut:

Krisis Moneter, sebagai indikatornya Depresiasi Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, neraca pembayaran yang negatif, krisis perbankan, indikatornya likuiditas 16 Bank, pembentukan BPPN untuk menyehatkan bank- bank. Bank beku dan operasi take over, utang luar negeri yang membengkak. krisis ekonomi, indikatornya, tingkat suku bunga pinjaman sangat tinggi, kelumpuhan atau stagnasi di sektor riil, tingkat inflasi yang sangat tinggi, PHK di berbagai sektor riil, krisis sosial, indikatornya, tingkat pengangguran menigkat, penduduk di bawah garis kemiskinan meningkat, kerusuhan, penjarahan di sertai unsur SARA,
kriminalitas meningkat., krisis kepercayaan, indikatornya, kepercayaan kepada pemerintah menurun drastis, demonstrasi dan unjuk rasa oleh mahasiswa, hujatan terhadap mantan presiden soeharto, tuntutan oleh mahasiswa, masyarakat dan politisi., krisis Politisi, indikatornya, terbentuknya partai partai politik baru,
Demonstrasi dan unjuk rasa anti pemerintah, sinisme dan hujatan terhadap kebijakan pemerintah, pro dan kontra sidang istimewa MPR.

Industri perbankan Indonesia telah mengalami pasang surut di mulai pada tahun 1983, ketika berbagai macam de-regulasi mulai di lakukan pemerintah, kemudian bisnis perbankan berkembang pesat pada kurun waktu 1988-1996, pada pertengahan tahun 1997 industri perbankan ahirnya terpuruk sebagai imbas dari
terjadinya krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda perekonomian indonesia. Perkembangan konomi yang berubah cepat dan kompetitif dengan permasalahan yang semakin kompleks memerlukan adanya penyesuaian tentang kebijakan ekonomi serta perbaikan sistem keuangan (Dendawijaya, 2004:4)

Berdasarkan beberapa aspek di atas ada tiga hal penting yang harus di perhatikan dalam melakukan analisa kinerja suatu bank, di antaranya yaitu : analisa liquiditas, rentabilitas, dan analisa solvabilitas, dan atas tiga dasar hal tersebut di atas Penilaian bank dalam penelitian ini meliputi, rasio likuiditas yang di gunakan dalam penelitian suatu Bank antara lain yaitu, Cash Ratio (CR), rasio rentabilitas dalam penelitian ini adalah Return on assets (ROA), dan rasio solvabilitas meliputi capital adequacy ratio (CAR) Penilaian tentang kinerja perbankan tentunya memberikan dampak tehadap harga saham yang dikeluarkan pada setiap perusahaan perbankan, saham merupakan salah satu instrument pasar modal yang mendorong perkembangan pasar modal Indonesia. Seiring dengan perkembangan transaksi saham dalam pasar modal tersebut kebutuhan informasi yang relevan dalam keputusan investasi perbankan di pasar modal juga meningkat, analisis fundamental diperlukan untuk menentukan prospek perusahaan kedepan melalui analisis kinerja perbankan
sebagai deasr memeperoleh harga saham yang wajar .

Harga saham bisa di katakaan sebagai indikator keberhasilan perusahaan di mana kekuatan pasar di bursa di tunjukkan dengan adanya transaksi jual beli saham tersebut di pasar modal,terjadinya transaksi tersebut di dasarkan atas analisa para investor terhadap prestasi perusahaan dalam meningkatkan keuntungan (Santoso 1999:387).

Pada umumnya saham yang di terbitkan oleh perusahaan yang melakukan penawaran umum, ada dua macam, yaitu saham biasa (common stock), dan saham istimewa (preferred stock) perbedaan saham ini di dasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut, adapun yang di maksud dengan saham biasa
(common stock) adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling junior atau paling ahir terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahan tersebut di likuidasi. sedangkan yang di maksud dengan saham istimewa (preferred stock) adalah saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, ia lebih aman karena memiliki hak klaim
terhadap kekayaan perusahaan dan pembayaran deviden di dahulukan, saham ini sulit untuk di perjual belikan karena pemiliknya sedikit (Mannan 2006:101).

Menurut Usman (1990:166), Naik turunnya harga suatu saham di pengaruhi oleh beberapa factor di mana factor-faktor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi terjadinya fluktuasi harga saham perusahaan. Adapun factor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap harga saham dapat di bagi menjadi tiga kategori yaitu, yang pertama faktor fundamental, merupakan faktor yang memberikan gambaran yang jelas yng bersifat analitis terhadap prestasi menejemen perusahaan dalam mengelola perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya. Yang kedua, faktor tekhnikal, menyajikan informasi yang akan memberikan gambaran kepada investor dan calon investor untuk menentukan kapan pembelian saham di lakukan, pada saat kapan saham tersebut di jual atau di tukar dengan saham yang lain agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal, faktor ini meliputi tentang perkembangan kurs, keadaan pasar modal, volume dan transaksi surat berharga serta kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham perusahaan, dan yang ketiga faktor yang bersifat sosial, ekonomi, dan politik, factor ini secara tidak langsung berdampak terhadap harga suatu saham yang di bursa efek, faktor- faktor tersebut di antaranya adalah tingkat inflasi yang terjadi, kebijakan moneter yang di keluarkan oleh pemerintah,neraca pembayaran luar negeri, kondisi perekonomian nasional, keadaan politik suatu Negara, stabilitas dari Negara yang bersangkutan dan lain-lain.

Meskipun terdapat banyak factor lain yang secara pikologis berpengaruh terhadap kekuatan pasar, akan tetapi factor yang bersifat fundamental merupakan factor yang menjadi pedoman utama bagi pasar untuk menetukan harga saham perusahaan. Bagi kalangan pembisnis terutama investor menjadi hal penting untuk
bisa mengetahui kondisi bidikan atau tujuan dari pendapatan dana yang akan di lakukan dengan mengetahui persis kondisi, stabilitas, dan kontinuitas dari usaha tersebut. Dengan demikian kebutuhan akan informasi yang lengkap itulah bisa dianalisis bagaimana sebenarnya kondisi usaha tersebut analisis yang bisa di
gunakan ada berbagai macam analisis diantaranya rasio keuangan (financial ratio) rasio ini sangat penting gunanya untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan, dengan adanya analisis ratio keuangan yang terdiri dari, ratio likuiditas, ratio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. ratio leverage adalah ratio yang menyangkut penggunaan hutang. Ratio aktivitas atau activity ratio adalah suatu bentuk pengukuran dari tingkat efektivitas pemanfaatan sumber daya perusahaan yang memberikan dampak bagi perusahaan. Ratio provitabilitas, bermanfaat untuk menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Fahmi,2006: 55).

Pengaruh kinerja keuangan perbankan terhadap harga saham setelah initial publik offering (IPO) di Bursa efek jakarta, penelitian ini di teliti oleh Nur Rojihah (2005), jenis penelitian ini jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan
analisis regresi linear berganda dua variabel independen dengan pendekatan rasio yaitu Curren Ratio, debt to equity ratio, return on asset, return on common equity, EPS, dan PER.dan hasil penelitian menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa, investor dalam menekankan modalnya dapat menggunakan indikator PER sebagai bahan pertimbangan dalam memilih saham yang akan di beli.
Analisis kinerja keuangan yang diukur dengan ROI, ROE, OCF dan EVA terhadap rate of return (study pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI), penelitian ini diteliti oleh Liling Ari Prahesti (2009), dalam penelitian ini menggunakan rasio keuangan ROI, ROE, OCF dan EVA, dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa variable ROA dan OCF terbukti berpengaruh secara signifikan sedangkan variable ROI dan EVA tidak berpengaruh secarasignifikan.

Dari hasil penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan berapa perbedaan dan tidak mampu mendeteksi berapa besar pengaruh variable-variabel fundamental tersebut menjelaskan harga saham, hal ini dapat memberikan peluang untuk melakukan penelitian lanjutan, baik bersifat meneliti ulang maupun
mengembangkan lebih lanjut, dan dalam penelitian ini peneliti mencoba melakukan perubahan variable-variabel bebas yang mempengaruhi harga saham. Variable bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Cash Ratio (CR), Return on Assets (ROA)), dan Capital adequacy ratio (CAR), Dan dalam penelitian ini Peneliti melakukan penelitian pada perusahaan perbankan yang masuk dalam penghitungan Indeks LQ45 yang merupakan Indeks yang terdiri 45 saham yang paling likuid.
Berdasarkan uraian yang telah di kemukakan di atas maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh rasio keuangan CR, ROA dan CAR terhadap harga saham Perbankan yang masuk dalam penghitungan Indeks LQ45 (Studi Pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009) ”

Selengkapya terkait CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN JUDUL : PENGARUH CASH RATIO, RETURN ON ASSETS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG MASUK DALAM PENGHITUNGAN INDEKS LQ45 (Studi pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009) dari Mulai BAB I hingga BAB 5 Penutup termasuk daftar pustaka silahkan Cek di sini 

Contoh Skripsi Manajemen Keuangan : Judul PENGARUH JUMLAH DANA PIHAK KETIGA, INFLASI, DAN TINGKAT MARGIN TERHADAP ALOKASI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia)

Kali ini saya memposting Contoh Skripsi Manajemen Keuangan dengan Judul PENGARUH JUMLAH DANA PIHAK KETIGA, INFLASI, DAN TINGKAT MARGIN TERHADAP ALOKASI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH  (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah (Contoh Skripsi Manajemen Keuangan)
       Di zaman ekonomi pasar bebas yang akan di hadapi Indonesia ini memberikan dampak pada para masyarakat  untuk beralih profesi sebagai wirausaha atau paling tidak mempunyai profesi sebagai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karena disadari bahwa pekerjaan ini memberi hidup yang layak, Permodalan bagi UKM menjadi salah satu tema pokok didalamnya untuk membentuk suatu bentuk usaha dalam merintis usaha.
Di Indonesia, salah satu keistimewaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terlihat ketika berguncangnya krisis ekonomi tahun 1997-1998 yang melemahkan hampir semua sektor ekonomi. Saat itu, UKM mampu bertahan menghadapi goncangan dibandingkan dengan usaha besar. UKM ini juga sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan UKM juga sangat produktif dalam menghasilkan tenaga kerja baru dan juga dapat menambah jumlah unit usaha baru yang mendukung pendapatan rumah tangga dari usaha tersebut. UKM juga memiliki fleksibilitas jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas besar. (www.usaha-kecil.com)
       Penggerak utama perekonomian di Indonesia selama ini pada dasarnya adalah sektor UKM. Berkaitan dengan hal ini, paling tidak terdapat beberapa fungsi utama UKM dalam menggerakan ekonomi Indonesia, yaitu (1) Sektor usaha kecil dan menengah sebagai penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang yang tidak


tertampung di sektor formal, (2) Sektor usaha kecil dan menengah mempunyai kontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), dan (3) Sektor usaha kecil dan menengah sebagai sumber penghasil devisa negara melalui ekspor berbagai jenis produk yang dihasilkan sektor ini. (www.infoukm.wordpress.com)
       Sebagian besar usaha bisnis di Indonesia berbentuk UKM yang memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan realitas perekonomian Indonesia. Usaha yang mereka jalankan mampu berdiri di sendiri dan bersifat mandiri tanpa memiliki grup atau di bawah grup perusahaan lain. Modal mereka juga terbatas dan yang pasti usahanya pun sangat susah mendapatkan pinjaman kredit atau pembiayaan dari bank, dengan kata lain termasuk kategori unbankable.
       Berdasarkan data Usaha Kecil dan Menengah (UKM) 2006-2009 perkembangan unit usaha UKM terus mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari data statistik UKM tentang jumlah unit yang berkembang tiap tahunnya di Indonesia.
Tabel 1.1
Jumlah Unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia
Tahun 2006-2008

2006
2007
2008
Unit
509.365
536.847
559.878
                    Sumber: BPS data diolah

Dari Tabel diatas perkembangan unit UKM berkembang sangat baik dan hampir dalam tiap tahunnya selalu mengalami perubahan, perkembangan unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak terlepas dari bank di Indonesia baik bank umum maupun bank syariah yang turut berperan andil dalam mendukung perkembangan UKM, hal ini dapat dilihat dengan perkembangan alokasi UKM pada bank syariah yang khusus diperlakukan untuk UKM yang semakin lama semakin besar kucuran dana yang diberikan. (SEKI:BI)
Menurut Kasmir (2004: 29), kebutuhan akan dana ini baik diperlukan baik untuk modal investasi atau modal kerja dan dapat dilakukan pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan (lembaga keuangan). Dalam Praktiknya lembaga keuangan dikelompokkan dalam 2 golongan besar yaitu: Lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan lainnya, sedangkan menurut Suhardjono (2003: 46), Pada pembiayaan alokasi dana usaha kecil dan menengah (UKM) maka dapat dilakukan berbagai alternatif lembaga Pembiayaan, terdapat 3 (tiga) alternatif pembiayaan yang dapat dipilih, yaitu kredit dari perbankan, pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dan modal ventura.
Peran ini juga tidak lepas dari perbankan syariah yang pertama kali berdiri pada tahun 1992, tercatat hingga tahun 2009 terdapat 5 (lima) Bank Umum Syariah (Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank BTN Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Negara Indonesia Syariah), dan jumlah BPR Syariah sebanyak 137 buah. (www.SEKI-BI.com).
Berdasarkan bentuk pembiayaan yang ditawarkan pada bank syariah menurut Suhardjono (2003: 22-23), yaitu pembiayaan berdasarkan jual beli (ba’i), sewa beli (ijarah waiqtina), bagi hasil (syirkah) dan pembiayaan lainnya. Macam-macam bentuk pembiayaan yang diberikan bank-bank syariah kepada usaha kecil menjadi sangat berarti bagi berkembangnya UKM. Pembiayaan UKM diharapkan menjadi solusi bagi masalah perekonomian saat ini. Tanpa kredit atau pembiayaan UKM akan kehilangan potensi untuk tumbuh dan berkembang dikarenakan dukungan utama berdirinya UKM adalah pembiayaan UKM, jadi keduanya tidak terlepas.
Pembiayaan yang diberlakukan untuk UKM pada bank syariah ini juga tidak lepas dari penghimpunan dana yang dilakukan bank syariah dari dari pihak ketiga. Menurut Heri Sudarsono (2007: 56-61) Perkembangan jumlah dana dari pihak ketiga berasal melalui sumber dana Al-wadiah, Mudharabah, Mudharabah Mutlaqah atau Mudharabah Muqayyadah.

Penghimpunan dana dari pihak ketiga sangat dibutuhkan dunia usaha dan investasi, jika orang sudah enggan menabung, maka dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang, karena berkembangnya dunia usaha membutuhkan dana dari masyarakat. (Nurul Huda: 2008:176)
Variabel Makro baik inflasi maupun tingkat margin pembiayaan merupakan komponen penting yang harus diperhatikan setelah jumlah dana pihak ketiga. Tingkat margin pembiayaan juga mempengaruhi UKM karena semakin tinggi tingkat margin pembiayaan maka akan menimbulkan keengganan masyarakat yaitu UKM untuk meminjam dana jika tidak sebanding  dengan keuntungan yang diperoleh UKM, karena tingkat margin yang diberlakukan bank syariah lazimnya menggunakan going rate pricing, yaitu menggunakan tingkat suku bunga pasar sebagai rujukan. (Muhammad, 2005: 137). Inflasi juga berpengaruh terhadap UKM karena jika terjadi inflasi maka bank sentral akan menaikan bunga kemudian berdampak pada penaikan bunga oleh bank-bank umum yang akhirnya juga berdampak pada bank syariah sehingga bunga UKM ikut naik, juga dikarenakan jika terjadi inflasi dunia usaha akan mengalami kelesuan sebab permintaan agregat akan turun.
Keadaan seperti yang dijelaskan diatas, diilhami peneliti – peneliti terdahulu dalam melakukan penelitian, diantaranya Ningrum Muliyana (2002) melakukan penelitian tentang pengaruh peningkatan pendapatan, modal usaha, jumlah tanggungan, jumlah tenaga kerja, usia, gender, dan karakter terhadap alokasi pembiayaan usaha kecil pada BMT Mitra Sarana periode 2002. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketujuh variabel berpengaruh simultan terhadap harga pembiayaan usaha kecil, secara parsial hanya modal usaha atau dana pihak ketiga yang berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan usaha kecil. Cokro Wahyu Sujati (2007) melakukan penelitian tentang pengaruh jumlah dana pihak ketiga, inflasi, dan mergin pada bank-bank umum terhadap alokasi kredit usaha kecil (KUK) pada bank-bank umum di Indonesia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jumlah dana pihak ketiga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi KUK, tingkat inflasi mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap alokasi KUK, sedangkan pada tingkat margin pembiayaan juga mempunyai pengaruh negative dan signifikan terhadap alokasi KUK.
Dengan adanya variabel – variabel yang mempengaruhi alokasi pembiayaan usaha kecil seperti tersebut diatas, penelitian ini akan difokuskan pada pengaruh variabel jumlah dana pihak ketiga, inflasi, dan tingkat margin terhadap alokasi pembiayaan UKM yang pada bank-bank syariah di Indonesiaperiode 2007-2009. Faktor-faktor apa saja yang menyebakan atau mempengaruhi pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari bank syariah layak untuk diteliti serta apakah ketentuan pembiayaan juga menjadi prioritas UKM untuk melakukan pembiayaan terhadap usahanya.
Berdasarkan kepentingan di atas Penulis berkeinginan untuk meneliti dan menganalisis pengaruh alokasi pembiayaan UKM dari bank syariah. Penelitian diharapkan dengan penelitian ini semua pihak yang terkait dan berkepentingan dengannya dapat memanfaatkan hasil yang sebesar-besarnya. Penelitian ini oleh penulis dijadikan sebagai skripsi dengan judul “Pengaruh Jumlah Dana, Inflasi, dan Tingkat Margin Terhadap Alokasi Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia)”.

1.2.  Rumusan Masalah Contoh Skripsi Manajemen Keuangan
Dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.    Apakah jumlah dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin secara simultan  mempunyai pengaruh signifikan terhadap alokasi pembiayaan UKM  pada bank-bank syariah di Indonesia?
2.    Apakah jumlah dana pihak ketiga, inflasi, dan tingkat margin secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap alokasi pembiayaan UKM pada bank-bank syariah di Indonesia?
Manakah dari variabel jumlah dana pihak ketiga, inflasi dan tingkat margin yang berpengaruh dominan terhadap alokasi pembiayaan UKM pada bank-bank syariah di Indonesia

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Manajemen Keuangan : Judul PENGARUH JUMLAH DANA PIHAK KETIGA, INFLASI, DAN TINGKAT MARGIN TERHADAP ALOKASI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH  (Studi pada Bank-Bank Syariah di Indonesia) Dari Mulai BAB I Hingga BAB 5 Penutup, silahkan cek di sini


 
Atas